Prabowo Gelar Rapat Koordinasi Ekonomi di Istana, Panggil Gubernur BI hingga Jajaran Danantara
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat koordinasi strategis dengan jajaran pilar ekonomi nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/11). Dalam pertemuan yang dimulai menjelang pukul 13.30 WIB tersebut, hadir sejumlah tokoh kunci, yakni Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Investasi Rosan Roeslani, serta COO Danantara Dony Oskaria. Langkah ini menandakan fokus kuat pemerintah dalam menyinkronkan kebijakan fiskal, moneter, dan investasi di tengah dinamika perekonomian global.
Kronologi Kedatangan dan Arah Pembahasan Strategis
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, rombongan menteri dan pimpinan lembaga mulai berdatangan ke kompleks Istana pada awal siang hari. Suasana koordinasi tingkat tinggi ini mengindikasikan adanya urgensi untuk menyelaraskan langkah antarinstansi. Menteri Investasi Rosan Roeslani menjadi satu-satunya pejabat yang memberikan keterangan cukup rinci kepada awak media sesaat setelah tiba di lokasi.
Rosan menegaskan bahwa agenda utama pertemuan adalah mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan strategi agar roda perekonomian nasional dapat berjalan lebih optimal ke depan. Ia menyebutkan beberapa poin krusial yang menjadi perhatian tim ekonomi:
- Pembaruan data dan kondisi terkini terkait indikator makroekonomi nasional.
- Langkah-langkah pengamanan stabilitas ekonomi dari potensi guncangan eksternal.
- Optimalisasi sinergi antara kebijakan investasi, fiskal, dan moneter.
Sinergi Lintas Lembaga untuk Mengamankan Stabilitas Ekonomi
Meskipun Menteri Investasi telah membuka sedikit gambaran mengenai arah diskusi, pejabat lain memilih untuk bersikap lebih tertutup. Menteri Keuangan Suahasil Nazara hanya menyatakan secara singkat bahwa kehadirannya di Istana merupakan bentuk pemenuhan undangan resmi dari Presiden. Senada dengan itu, COO Danantara Dony Oskaria enggan membeberkan rincian materi rapat dan hanya melontarkan satu kata, yakni "Koordinasi," ketika ditanya oleh para jurnalis.
Pertemuan yang melibatkan otoritas moneter, pengelola keuangan negara, kementerian investasi, serta badan pengelola investasi Danantara ini menunjukkan pendekatan komprehensif pemerintahan Prabowo dalam mengelola ekonomi. Kehadiran Danantara secara khusus menyoroti peran lembaga tersebut yang semakin sentral dalam tata kelola aset dan investasi strategis negara. Hasil dari koordinasi lintas sektoral ini diprediksi akan menjadi landasan bagi pengambilan kebijakan ekonomi Indonesia dalam waktu dekat, guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus menjaga daya tahan terhadap berbagai risiko global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Andalkan Empat Segmen Bisnis, Telkom Rebut Target Laba Bersih Rp14,4 T di Kuartal III 2026

Rupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS, Inflasi Melandai tapi Tekanan Biaya Manufaktur Mengintai

Kebijakan BEI: 81 Saham HSC Dicoret dari IHSG, Bobot 10 Emiten Besar Melonjak
