Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Peringatan Whistleblower Theranos: Kebumen AI Sempat Jadi 'Peluang Emas' untuk Menipu Investor

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: TechCrunch AI
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Peringatan Whistleblower Theranos: Kebumen AI Sempat Jadi 'Peluang Emas' untuk Menipu Investor
BAGIKAN:

Keberadaan bom waktu teknologi artificial intelligence (AI) kini memicu kembali ingatan publik terkait penipuan medis Theranos. Tyler Shultz, mantan karyawan sekaligus pelapor utama (whistleblower) yang membongkar cacat fatal pada mesin tes darah perusahaan tersebut di bawah kepemimpinan Elizabeth Holmes, memperingatkan bahwa ledoran tren AI saat ini menciptakan celah besar bagi penipu untuk mengeksploitasi investor dan publik.

Bahaya Baru Di Era Kenaikan Valuasi

Shultz menilai bahwa model penggalangan dana Theranos, yang berhasil meraih valuasi mencapai 10 miliar dolar AS meski teknologinya tidak pernah benar-benar berfungsi, kini terulang dalam skala lebih besar di industri AI. Banyak perusahaan rintisan AI yang belum pernah mencetak keuntungan tunggal saat ini mampu menarik modal dengan valuasi tingkat triliunan dolar, padahal Shultz khawatir investor telah melupakan pelajaran duri dari kasus Theranos. Ia menegaskan bahwa era di mana investor mengabaikan duit duli secara sembarangan harus segera dihentikan, karena memberikan akses dana besar berarti memberikan kuasa yang sangat besar.

Persoalan utamanya, menurut Shultz, terletak pada kompleksitas teknologi yang membuat proses duit duli menjadi sangat sulit dilakukan. Sulit membedakan antara inovasi teknologi yang benar-benar unik dan baru dengan produk yang sekadar menampilkan antarmuka, atau yang disebut sebagai “ChatGPT wrapper.” Kondisi ini menjadikan tren AI sebagai kesempatan bagi pelaku penipuan untuk menyembunyikan kebohongan, karena tidak ada lagi bukti fisik yang mudah diuji seperti pada kasus perangkat medis Theranos. Hal ini semakin relevan mengingat Holmes kini sedang mempersiapkan “akta kedua” (second act)-nya melalui perusahaan diagnostik baru bernama Haemanthus, yang diklaim sebagai “Theranos 2.0” dan telah dilaporkan berhasil menggalang dana sekitar 20 juta dolar.

Latar Belakang Kasus Theranos

Sebagai konteks, Tyler Shultz pernah menjadi kuncian pembongkaran fraud Theranos yang pada puncaknya berhasil menipu investor besar dan pelanggan di berbagai toko Walgreens dengan memberikan hasil tes yang berbahaya. Di sisi lain, dokumenter “You Can See Everything” yang disutradarai oleh Nathan Fielder dan Lance Oppenheim kini menjadi pembicaraan nasional karena menjadi salah satu film dokumenter dengan perolehan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Film tersebut secara sengaja tidak memosisikan Holmes sebagai manipulator ulung, melainkan menonjolkan kemampuan Holmes yang hipnotik untuk memancing simpati orang lain meskipun mereka telah mengetahui kejahatannya.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸