Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PDDI DKI Jakarta Kembangkan Budaya Kemanusiaan dengan Hadirkan Donor Darah di SMK Kemala Bhayangkari

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

PDDI DKI Jakarta Kembangkan Budaya Kemanusiaan dengan Hadirkan Donor Darah di SMK Kemala Bhayangkari
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) DKI Jakarta memulai sejarah baru dengan menyelenggarakan aksi donor darah pertama kali di lingkungan sekolah, tepatnya di SMK Kemala Bhayangkari Delog, Jakarta Selatan.
  • Langkah strategis ini bertujuan untuk menanamkan nilai kepedulian sosial di kalangan pelajar sejak dini.
  • Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin tersebut merupakan bagian dari arahan Ketua Umum PDDI Adang Dorodjatun .

Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) DKI Jakarta memulai sejarah baru dengan menyelenggarakan aksi donor darah pertama kali di lingkungan sekolah, tepatnya di SMK Kemala Bhayangkari Delog, Jakarta Selatan. Langkah strategis ini bertujuan untuk menanamkan nilai kepedulian sosial di kalangan pelajar sejak dini. Irjen Pol. (Purn) Pudji Hartanto Iskandar, Ketua PDDI DKI Jakarta, menyatakan bahwa donor darah adalah bentuk kepedulian kemanusiaan krusial yang harus terus ditumbuhkan di tengah masyarakat, termasuk melalui ekosistem pendidikan yang nyaman dan mendukung.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin tersebut merupakan bagian dari arahan Ketua Umum PDDI Adang Dorodjatun. Pudji menegaskan bahwa setiap setetes darah yang disumbangkan membawa manfaat besar bagi penerimanya. "Luar biasa apabila hidup kita dapat bermanfaat bagi sesama," ujarnya, menekankan bahwa donor darah bukan sekadar kegiatan sosial biasa, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap orang lain yang membutuhkan transfusi.

Donor Darah sebagai Sedekah Istimewa dan Gaya Hidup Baru

Mohammad Dawam, Wakil Ketua PDDI DKI Jakarta, memperluas perspektif tentang donor darah dengan mengibaratkannya sebagai bentuk sedekah yang istimewa. Menurutnya, sedekah tidak harus berbentuk materi, tetapi dapat berupa tindakan fisik yang memberikan manfaat. Unsur keikhlasan dan kerahasiaan antara pendonor dan penerima darah menjadikan aksi ini unik. "Penerima transfusi darah tidak mengetahui siapa yang mendonorkan darahnya, dan pendonor pun tidak tahu siapa yang menerimanya. Inilah bentuk sedekah tanpa mengharapkan balasan," jelas Dawam. Ia berharap keberkahan ini dapat mengubah donor darah menjadi bagian dari kepedulian sosial harian.

Ketimpangan data dan kesadaran masyarakat sering menjadi hambatan, namun PDDI DKI Jakarta optimis gerakan ini akan berkembang. Mereka berharap inisiatif ini menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk mengadakan donor darah secara rutin, sehingga budaya berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat ditanamkan secara sistematis sejak generasi muda masih duduk di bangku sekolah.

Dukungan Sekolah dan Harapan Implementasi Rutin

Kepala SMK Kemala Bhayangkari Delog, Hartono Joko Santoso, memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan para peserta didik yang langsung mendonorkan darah. Ia melihat aksi ini sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. "Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung dan diagendakan secara rutin, setidaknya dua kali dalam setahun, karena sangat bermanfaat bagi kemanusiaan," kata Joko. Dengan adanya dukungan institusional dari pihak sekolah, PDDI DKI Jakarta melihat peluang besar untuk menjadikan sekolah sebagai tulang punggung ketersediaan stok darah di Indonesia, mengubah persepsi bahwa donor darah hanya untuk orang dewasa atau kelompok tertentu.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ