Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Oposisi Israel Giat Ucap Sumpah, Targetkan Ganti Ketua Knesset Sebelum Mandat Pembentukan Koalisi

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Oposisi Israel Giat Ucap Sumpah, Targetkan Ganti Ketua Knesset Sebelum Mandat Pembentukan Koalisi
BAGIKAN:

Di tengah kebuntuan hasil pemilihan parlemen Israel, kelompok oposisi bergerak cepat untuk merebut kendali institusional di Knesset. Menurut laporan media lokal Walla yang dikutip pada Minggu (1/11), para pemimpin oposisi merencanakan pertemuan empat pihak di kediaman Yair Lapid untuk menyusun strategi menggulingkan ketua parlemen saat ini dan mendorong pengesahan undang-undang yang menyasar langsung kepemimpinan Benjamin Netanyahu.

Manuver Politisi Sebelum Konsultasi Presiden

Hasil sementara pemilu menunjukkan blok Netanyahu meraih 53 kursi, sementara oposisi menggenggam 48 kursi dan partai Arab 19 kursi, membuat tidak ada blok yang memenuhi ambang batas 61 kursi untuk membentuk pemerintahan. Pertemuan oposisi ini dijadwalkan sebelum konsultasi resmi di kediaman Presiden Isaac Herzog pada 4 November, di mana Gadi Eisenkot telah menyatakan kesiapannya menerima mandat pertama untuk membentuk pemerintahan. Strategi ini krusial mengingat anggota Knesset baru dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan pada 10 November, menjadi jendela waktu enam pekan sebelum batas akhir pembentukan koalisi lewat.

Langkah taktis utama adalah mengganti Ketua Knesset Amir Ohana dari Partai Likud, yang dianggap setia pada kubu Netanyahu. Penggantian ini berpotensi membalik penguasaan agenda parlemen, membuka peluang bagi oposisi untuk memaksakan rancangan undang-undang tertentu. Nama-nama seperti Eisenkot, Lapid, dan Oded Forer dari Partai Yisrael Beiteinu tengah dipertimbangkan sebagai calon pengganti, meskipun kesepakatan atas satu nama dan pengumpulan suara yang cukup masih menjadi tantangan teknis utama.

Dua amandemen undang-undang yang ditargetkan adalah pembentukan komisi penyelidikan resmi terkait peristiwa 7 Oktober 2023 dan larangan bagi individu yang sedang didakwa pidana untuk memimpin pemerintahan. Langkah ini dinilai sebagai respons langsung terhadap status hukum Netanyahu yang saat ini menghadapi persidangan atas tuduhan korupsi dan penyuapan. Meskipun rencana ini dapat menggeser keseimbangan kekuatan politik, keberhasilan eksekusinya sangat bergantung pada kesatuan front oposisi, mengingat Eisenkot tetap bersikeras menolak bekerja sama dengan pemerintahan Netanyahu, termasuk dalam skema berbagi kekuasaan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸