Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

200 Warga Pondok Bambu Ikuti Sosialisasi Jemput Bola Perlindungan Sosial dan Desil

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara Metro
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

200 Warga Pondok Bambu Ikuti Sosialisasi Jemput Bola Perlindungan Sosial dan Desil
BAGIKAN:

Sebanyak 200 peserta dari Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengikuti kegiatan sosialisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos), pembaruan desil, dan bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial. Kegiatan yang berlangsung di Aula Maryam Wafiyyah, Gang Padi, RT 09/02 ini diinisiasi oleh pengurus RW setempat karena masih banyak warga yang memiliki status desil tidak sesuai dengan kondisi perekonomian mereka saat ini.

Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kemensos RI, Intan Nurazizah, menjelaskan bahwa sistem jemput bola diterapkan agar akses data lebih merata. Intan menilai masih banyak warga dengan kondisi ekonomi lemah yang belum pernah menerima bantuan sosial. Ia menyarankan masyarakat untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta memperbarui data desil melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos RI untuk memastikan akurasi data dan kelengkapan administrasi.

Ketua RW 02 Pondok Bambu, Ahmad Sahil, mengapresiasi respons cepat Kementerian Sosial dalam menindaklanjuti permohonan warga. Ia menegaskan bahwa peserta wajib membawa KTP, identitas pelanggan listrik PLN, dan nomor telepon seluler guna memudahkan proses verifikasi dan identifikasi warga yang belum menerima bansos maupun belum memiliki IKD. Sahil berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran program seperti PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Apresiasi serupa datang dari Narti, peserta lansia berusia 70 tahun, yang merasa terbantu dengan adanya layanan sosialisasi langsung ke permukiman pada hari libur. Bagi warga lanjut usia, sistem jemput bola ini memudahkan akses informasi tanpa harus menempuh perjalanan jauh, sehingga program perlindungan sosial diharapkan dapat lebih efektif mengurangi kerentanan ekonomi di kalangan masyarakat.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸