Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Laba Bersih PANI Melesat 145% Tembus Rp1,9 Triliun Didorong Serah Terima Lahan Komersial

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: Detik Bursa & Emas
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Laba Bersih PANI Melesat 145% Tembus Rp1,9 Triliun Didorong Serah Terima Lahan Komersial
BAGIKAN:

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, dengan lonjakan sebesar 145% secara tahunan (year-on-year) hingga mencapai Rp1,9 triliun. Prestasi impresif ini ditopang oleh pendapatan usaha yang juga meningkat 19% menjadi Rp3,7 triliun, didorong kuat oleh serah terima lahan komersial di kawasan Commercial Business District (CBD) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2). Kontribusi segmen ini diperkirakan menyerap sekitar 60% dari total pendapatan perusahaan, menjadi mesin utama pertumbuhan kinerja keuangan emiten properti ini.

Kinerja Solid dan Perbaikan Struktur Modal

Selain mengandalkan segmen komersial, kontribusi dari segmen residensial dan komersial lainnya turut menopang hasil korporasi. Segmen residensial menyumbang 21% dari total pendapatan melalui serah terima berbagai unit hunian premium seperti Manhattan Residence dan Sapporo Residence, sementara segmen komersial tumbuh 8% dengan kontribusi 16% melalui produk seperti SOHO Manhattan dan Rukan Marina Bay. Dari sisi neraca, total aset PANI terus melebar menjadi Rp51,1 triliun per kuartal III 2026, naik dari Rp50,6 triliun pada akhir 2025. Secara lebih mengejutkan, total liabilitas perseroan berhasil ditekan turun 10,4% menjadi Rp16,9 triliun berkat kelancaran penyerahan produk properti kepada konsumen.

Proyeksi Ekspansi dan Proyek Strategis

Kekuatan finansial PANI semakin terlihat dari kenaikan total ekuitas sebesar 8%, yang diperkuat oleh aksi korporasi berupa Private Placement (PMTHMETD IV) pada akhir Juni 2026. Aksi tersebut menyuntikkan dana segar senilai Rp498 miliar, membuat rasio utang terhadap modal (Debt-to-Equity Ratio/DERR) menjadi sangat sehat, yakni di level 0,01x atau lebih baik dari rasio 0,02x pada periode sebelumnya. Dengan mengelola cadangan lahan seluas 1.828 hektare dan nilai persediaan sebesar Rp38,3 triliun, PANI terlihat memiliki amunisi besar untuk melanjutkan proyek-proyek perkotaan terpadu di kawasan pesisir utara Jakarta dan Banten.

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, menegaskan bahwa fokus perseroan tetap pada pengembangan PIK2 sebagai kawasan terintegrasi untuk mendukung aktivitas ekonomi. Konektivitas yang membaik melalui Tol Kataraja serta kehadiran gedung Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dianggap sebagai pendorong utama untuk memaksimalkan industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) di wilayah tersebut. Dalam pandangan optimistisnya, perseroan terus melaju dengan melanjutkan pembangunan Hilton Hotel PIK2, sebuah fasilitas bintang lima setinggi 20 lantai dengan kapasitas 271 kamar, yang diperkirakan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2027. Prospek ini semakin mengukuhkan PANI sebagai pilihan investasi jangka panjang bagi investor lokal dan mancanegara.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸