Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Krisis Hunian Memuncak, Ribuan Warga Portugal Turun ke Jalan Tuntut Sewa Terjangkau

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Krisis Hunian Memuncak, Ribuan Warga Portugal Turun ke Jalan Tuntut Sewa Terjangkau
BAGIKAN:

Ribuan warga Lisbon, Portugal, membanjiri Lapangan Rossio untuk menyuarakan desakan agar pemerintah segera menyediakan hunian dengan harga sewa yang terjangkau bagi masyarakat luas. Aksi massa ini sekaligus menjadi bentuk penolakan keras terhadap rancangan undang-undang (RUU) yang berencana menghapus pembatasan tarif sewa tempat tinggal di tengah kondisi perekonomian negara yang sedang mengalami tekanan.

Suara Rakyat yang Tak Mau Padam

Gerakan protes yang dimotori oleh kelompok Casa para Viver ini menunjukkan solidaritas yang semakin menguat dari minggu ke minggu. Juru bicara gerakan tersebut, Rita Silva, menegaskan bahwa masyarakat telah memperlihatkan ketekunan serta tekad luar biasa dalam memperjuangkan hak dasar mereka atas tempat tinggal yang layak. Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat adanya itikad baik dari pihak pemerintah untuk benar-benar mendengarkan keluh kesah warga, sehingga aksi demonstrasi dipastikan akan terus berlanjut tanpa henti.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Luis Neves menyatakan bahwa pemerintah menghormati hak warga untuk berunjuk rasa. Ia berharap seluruh rangkaian demonstrasi dapat berlangsung secara tertib, sopan, dan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. Namun, laporan dari lapangan menyebutkan bahwa tensi sempat memanas ketika aparat kepolisian melakukan tindakan represif terhadap sejumlah demonstran, termasuk penggunaan pentungan, yang memicu keprihatinan berbagai pihak terkait kebebasan berpendapat.

Polemik RUU dan Lonjakan Harga Properti

Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, secara tegas menolak opsi pembatalan RUU kontroversial tersebut. Meski demikian, ia membuka ruang untuk merevisi beberapa pasal krusial menjelang pemungutan suara final yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Montenegro menekankan pentingnya pendekatan antargolongan dengan menyatakan bahwa partai-partai politik harus saling merapatkan barisan, sementara garis kebijakan utama tetap mengacu pada program pemerintah yang berjalan.

Sikap pemerintah itu langsung menuai kritik tajam dari kubu oposisi. Pemimpin Partai Sosialis, Jose Luis Carneiro, mendesak agar kabinet melibatkan partai oposisi serta elemen masyarakat sipil dalam setiap pembahasan RUU perumahan. Ia menyoroti pendekatan pemerintah yang dinilainya cenderung arogan dan bahkan memiliki nuansa otoriter karena kerap memaksakan pandangan sepihak. Krisis perumahan sendiri telah melanda Portugal selama beberapa tahun terakhir dan memberikan pukulan paling berat bagi kelompok muda. Data menunjukkan harga beli rumah telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak 2017, diikuti oleh tarif sewa yang juga mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dalam periode yang sama.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸