Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Eisenkot Bongkar Ambisi Netanyahu Giring Pemilu Ulang, Qatar Bantah Tuduhan Campur Tangan

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Eisenkot Bongkar Ambisi Netanyahu Giring Pemilu Ulang, Qatar Bantah Tuduhan Campur Tangan
BAGIKAN:

Pemimpin Partai Yashar sekaligus koalisi oposisi Israel, Gadi Eisenkot, menentang upaya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Partai Likud yang berupaya memaksakan pelaksanaan pemilu ulang. Dalam pernyataan di akun media sosial X, Eisenkot menyebut tindakan tersebut sebagai manuver yang gagal total. Ia mendeskripsikan upaya delegitimasi hasil pemungutan suara kemarin sebagai tindakan "tercela dan jahat" yang bertujuan mendiskreditkan kehendak publik serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.

Eisenkot menegaskan bahwa hasil pemilihan umum untuk Knesset atau Parlemen Israel ke-26 sudah tegas dan jelas. Ia menyambut baik sikap Ketua Komite Pemilihan Umum Pusat, Hakim Noam Sohlberg, yang menegaskan integritas proses pemungutan suara. Sohlberg menyatakan bahwa klaim mengenai adanya bukti yang dapat memicu keraguan terhadap hasil pemilu secara keseluruhan adalah tidak benar. Ia menjamin bahwa potensi penyimpangan yang sedang diperiksa tidak akan merusak integritas pemilu secara keseluruhan, sebuah pernyataan yang ia sampaikan di hadapan kepala Shin Bet, David Zini, dan Jaksa Agung Gali Baharav Miara.

Sementara itu, narasi yang dibangun oleh Netanyahu dan Likud terkait dugaan campur tangan asing telah dibantah keras. Partai Likud sebelumnya menuding Qatar melakukan intervensi melalui pendanaan untuk meningkatkan partisipasi pemilih Arab, serta mengeklaim memiliki rekaman tentang "pencurian pemilu" berupa imbalan suara. Namun, pada Kamis, Qatar membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai "kampanye disinformasi baru". Mansour Abbas, pemimpin United Arab List, juga turut membantah adanya upaya ilegal untuk memengaruhi pemilu melalui pendanaan asing tersebut.

Secara numerik, tidak satu pun blok utama berhasil mencapai 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk mayoritas pemerintahan. Blok Netanyahu berhasil mengamankan 53 kursi, sementara kubu oposisi yang dipimpin Eisenkot memperoleh 48 kursi, dan partai-partai Arab meraih 19 kursi dari total 120 kursi di Knesset. Tingkat partisipasi pemilih tercatat mencapai 77,9%, yang merupakan angka tertinggi sejak tahun 1999, mengindikasikan antusiasme tinggi masyarakat dalam menentukan masa depan politik Israel di tengah kontroversi yang mewarnai hasil akhir pemilihan tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
😸