Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Hasil Pemilu Israel: Survei Ditolak, Partai Arab Dipertanyakan Asing

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional & Antara News & CNN Internasional & CNBC Indonesia
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Hasil Pemilu Israel: Survei Ditolak, Partai Arab Dipertanyakan Asing
BAGIKAN:

Hasil pemilihan umum Israel yang berlangsung pada 27 Oktober menunjukkan stagnasi politik yang kompleks, di mana tidak ada satu pun partai yang berhasil meraih mayoritas mutlak. Blok koalisi pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu hanya mengumpulkan 53 kursi, sementara blok pesaingnya yang dipimpin oleh Yair Lapid meraup 48 kursi. Kondisi ini membuat posisi Netanyahu dalam pembentukan pemerintahan menjadi sangat lemah, terutama setelah partai-partai Arab meraih lonjakan suara secara historis. Daftar Gabungan (Joint List) memperoleh 11 kursi dan Partai Ra'am meraih 8 kursi, total 19 kursi yang berpotensi menjadi kunci penentu di parlemen.

Investigasi Dana Asing dan Klarifikasi Resmi

Diantara ketidakpastian politik tersebut, muncul kontroversi besar ketika badan keamanan Shin Bet meluncurkan penyelidikan untuk memverifikasi apakah partai Arab Ra'am menerima pendanaan asing dari Qatar. Tuduhan ini telah dibantah keras oleh Ra'am dan pihak Qatar yang menyebutnya tidak masuk akal. Di sisi lain, Ketua Komite Pemilihan Pusat Israel, Hakim Mahkamah Agung Noam Sohlberg, mengeluarkan pernyataan tegas pada awal November bahwa kecurigaan terkait pendanaan tersebut tidak akan membatalkan atau mempertanyakan hasil pemilu secara keseluruhan. Sohlberg menegaskan bahwa integritas proses pemungutan suara tetap terjaga, meskipun investigasi mendalam terus dilakukan untuk mengungkap fakta secara komprehensif.

Dampak Politik dan Reaksi Salingan

Kampanye Netanyahu yang menggambarkan kelompok Arab sebagai ancaman telah berhasil memicu reaksi balik kuat di antara pemilih etnis tersebut, yang tercermin dari perolehan suara signifikan dalam pemilu kali ini. Meski demikian, Likud terus menyerang partai Arab dengan tuduhan pencurian suara yang dianggap tidak berdasar oleh pengamat independen. Ketua Ra'am, Mansour Abbas, menyambut investigasi tersebut dan menegaskan partainya tidak memiliki keterlibatan dalam skandal pendanaan asing. Sementara itu, pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan bahwa tuduhan tersebut bersifat berbahaya dan konotatif, berusaha meluruskan narasi yang beredar di media sosial.

Penelitian ini menjadi sorotan internasional karena menyoroti ketegangan etnis di wilayah tersebut yang kini beririsan dengan dinamika politik global. Meskipun hasil pemilu menetapkan bahwa setiap pilihan di kotak suara akan dihormati, kehati-hatian terhadap potensi intervensi asing tetap menjadi prioritas utama bagi pengawas pemilu. Dengan blok-blok politik yang seimbang, masa depan pemerintahan Israel sangat bergantung pada koalisi parsial yang mungkin akan melibatkan partai Arab, sebuah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah negara tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
😸