Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kementan Gelorakan "Bongkar Ratoon" di Klaten untuk Kebangkitan Industri Gula Nasional

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Kementan Gelorakan "Bongkar Ratoon" di Klaten untuk Kebangkitan Industri Gula Nasional
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Langkah tegas ini diambil untuk mengatasi penurunan produktivitas lahan tebu yang berdampak langsung pada ketersediaan bahan baku industri.
  • Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto , menegaskan bahwa intervensi ini menjadi krusial mengingat sejarah gemilang Klaten yang pernah didorong oleh operasional sembilan pabrik gula raksasa.
  • Fakta ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi historis dan kapasitas produksi saat ini yang perlu segera diperbaiki melalui rekayasa agronomis.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian resmi menggalakkan program peremajaan tanaman tebu di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan tujuan strategis mengembalikan wilayah tersebut sebagai sentra produksi gula terbesar di Indonesia. Langkah tegas ini diambil untuk mengatasi penurunan produktivitas lahan tebu yang berdampak langsung pada ketersediaan bahan baku industri. Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, menegaskan bahwa intervensi ini menjadi krusial mengingat sejarah gemilang Klaten yang pernah didorong oleh operasional sembilan pabrik gula raksasa.

"Dahulu, di Klaten terdapat sembilan pabrik gula dan wilayah ini pernah menjadi salah satu pusat produksi gula terbesar di Indonesia, tetapi seiring berjalannya waktu kejayaan tersebut perlahan memudar," ujar Heru dalam rilis yang dirilis oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Senin. Fakta ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi historis dan kapasitas produksi saat ini yang perlu segera diperbaiki melalui rekayasa agronomis.

Revolusi "Bongkar Ratoon": Strategi Terintegrasi untuk Menghidupkan Lahan

Program "bongkar ratoon" atau peremajaan tanaman menjadi inti dari strategi revitalisasi ini. Mekanisme ini bekerja dengan menggali dan mengganti tanaman tebu tua yang produktivitasnya merosot dengan bibit tanaman baru yang memiliki potensi hasil jauh lebih tinggi. Selain meningkatkan kuantitas panen tebu, program ini secara langsung bertujuan meningkatkan rendemen atau persentase gula yang berhasil diekstraksi dari tebu, sehingga efisiensi pabrik gula dapat dioptimalkan secara maksimal.

Direktur Utama SGN, Mahmudi, menambahkan bahwa penguatan sektor hulu menjadi fondasi utama dalam membangun industri gula yang berdaya saing global. Kualitas bahan baku dari kebun adalah determinan utama keberhasilan pabrik. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa peningkatan produktivitas harus dilakukan secara terintegrasi melalui:

  • Peremajaan tanaman secara berkala.
  • Penggunaan varietas tebu unggul.
  • Penerapan praktik budidaya modern yang lebih baik.
  • Pendampingan intensif dan penguatan kemitraan dengan petani lokal.

Sinergi Multi-Pihak: Mendorong Swasembada Gula Nasional

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi kuat antara pemerintah, SGN, petani, dan seluruh pemangku kepentingan. Heru Tri Widarto berharap kolaborasi ini dapat menjadi momentum kebangkitan industri gula di Klaten. "Melalui program bongkar ratoon, kita dorong peningkatan produktivitas tebu, peremajaan tanaman, serta penguatan peran petani. Kami berharap sinergi antara pemerintah, SGN, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadi momentum kebangkitan industri gula di Klaten," tutupnya. Dengan pasokan bahan baku yang stabil dan berkualitas tinggi, inisiatif ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan industri gula di Klaten, tetapi juga menjadi tulang punggung dalam mempercepat terwujudnya kemandirian dan swasembada gula nasional di masa depan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ