Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kemenbud Dorong Profesionalisme Industri Musik Nasional Melalui KMI 2026 di Makassar

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: Antara News
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Kemenbud Dorong Profesionalisme Industri Musik Nasional Melalui KMI 2026 di Makassar
BAGIKAN:

Kementerian Kebudayaan secara resmi menghadirkan program strategis untuk pengembangan kapasitas dan profesionalisme pelaku industri musik di Indonesia. Inisiatif ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang digelar di kawasan Fort Rotterdam, Makassar. Melalui agenda yang terstruktur, pemerintah berupaya menjembatani kreator dengan standar industri global, mencakup edukasi teknis hingga manajemen bisnis musik yang komprehensif.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mengintegrasikan berbagai elemen krusial dalam ekosistem musik modern. Berikut adalah rangkaian agenda utama yang hadir dalam KMI 2026:

  • Kelas musik dan lokakarya praktis untuk peningkatan keterampilan musisi.
  • Diskusi strategis mengenai kurasi festival dan cara meningkatkan kualitas acara.
  • Persiapan konser dan tur musik dengan pendekatan manajemen profesional.
  • Pembahasan mendalam tentang identitas visual dan branding dalam industri musik.

Dari Lokakarya Internasional hingga Manajemen Konser

Dalam upaya transfer ilmu, KMI 2026 menghadirkan narasumber berkualitas, termasuk lokakarya Bass Masterclass bersama Lola Frichet, musisi asal Prancis dan pendiri organisasi More Women on Stage. Kelas ini memberikan ruang pembelajaran langsung mengenai permainan bass dari perspektif seorang praktisi musik berpengalaman. Selain itu, Julia Ronget dari institusi yang sama juga memandu lokakarya "Concert and Tour Preparation", yang membahas secara detail perencanaan, pengelolaan, dan aspek logistik penyelenggaraan pertunjukan secara profesional. Agenda ini menjadi vital bagi musisi yang ingin memperluas jangkauan audiens mereka.

Agenda diskusi pada hari keenam penyelenggaraan KMI 2026 juga menyoroti pentingnya pengelolaan festival dan pengembangan identitas visual. Para narasumber menekankan peran branding dalam membangun karakter musisi dan produk musik, yang pada gilirannya memperkuat hubungan emosional antara karya seni dan audiens. Hal ini menunjukkan pergeseran tren industri musik di mana visualitas sama pentingnya dengan kualitas audio.

Ekspansi Apresiasi Musik dan Dampak Ekonomi

Puncak dari rangkaian pendidikan dan diskusi ini ditutup dengan gelaran musik Rock in Celebes 2026, sebuah platform pertunjukan yang menampilkan musisi lokal seperti Frontxside, Grrrl Gang, Dongker, Ephemeral Queen, dan East Roots Dub. Kehadiran festival ini memperluas ruang apresiasi dan memperkuat eksistensi festival musik sebagai pilar ekosistem di daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan insan musik dari berbagai daerah, komunitas Makassar, serta pelaku industri internasional.

Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk mendukung eksekusi hasil KMI 2026 yang tertuang dalam Memorandum of Collaboration (MoC). Dukungan ini difokuskan pada perluasan jejaring dan penyediaan ruang ekspresi, yang diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi kreatif daerah. Wali Kota Makassar sebelumnya juga memproyeksikan KMI 2026 sebagai mesin perputaran ekonomi baru, membuktikan bahwa industri seni memiliki daya ungkit ekonomi yang signifikan bagi pembangunan daerah.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸