Jalur Kereta di Jember Kembali Dilalui dengan Kecepatan Terbatas 5 Km/Jam Usai Gogosan
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

KA Logawa relasi Ketapang–Purwokerto tercatat sebagai kereta pertama yang berhasil melintas di KM 10+0/1, petak jalan antara Stasiun Ledokombo dan Sempolan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin. Perjalanan ini menjadi penanda dimulainya kembali operasional terbatas setelah PT KAI Daerah Operasi 9 menyelesaikan penanganan gogosan atau terkikisnya tanah akibat hujan deras. Seluruh operasi dilakukan dengan pembatasan kecepatan maksimal 5 kilometer/jam demi menjamin keselamatan prasarana dan penumpang.
Kondisi gogosan sebelumnya menyebabkan gangguan signifikan pada lima perjalanan KA di Daop 9. Penanganan dilakukan secara intensif di lapangan hingga jalur dinyatakan aman untuk dilalui kembali dengan syarat ketat. Peralihan dari tanda kondisi bahaya menjadi izin lintasan terbatas menjadi kunci kebangkitan operasional kereta api di kawasan tersebut.
Pencabutan Semboyan 3 dan Dimulainya Lintas Terbatas
Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa serangkaian upaya perbaikan dan pemeriksaan telah selesai. Dengan demikian, Semboyan 3 sebagai indikasi bahaya dicabut dan diganti dengan Semboyan 2C yang mengizinkan pergerakan kereta dengan pembatasan kecepatan. "Kereta api pertama yang melintasi lokasi terdampak adalah KA Logawa pada pukul 11.08 WIB," ujar Cahyo. Ia mengapresiasi kerja keras petugas yang mengutamakan keselamatan sebagai pertimbangan utama dalam setiap tahapan pemulihan jalur.
Untuk memastikan proses pemulihan berjalan mulus, pihak KAI menerapkan beberapa langkah operasional:
- Pencabutan tanda bahaya Semboyan 3 dan penggantian dengan Semboyan 2C.
- Penetapan batas kecepatan maksimal 5 km/jam sebagai langkah antisipasi.
- Pemantauan intensif terhadap kondisi prasarana di lokasi gogosan.
Imbauan Pemantauan dan Komitmen Keselamatan Berkelanjutan
Daop 9 Jember mengimbau penumpang untuk tetap sensitif terhadap potensi penyesuaian jadwal. Informasi resmi dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI, Contact Center 121, atau kanal resmi KAI lainnya. Cahyo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, sekaligus apresiasi atas kesabaran penumpang. Komitmen KAI tetap terjaga untuk memastikan keandalan prasarana melalui pemeriksaan menyeluruh dan pemantauan berkelanjutan, sehingga seluruh aspek keselamatan perjalanan kereta api dapat terpenuhi dengan optimal.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Wamendagri Ribka Haluk: Pembangunan Papua Wajib Inklusif, Gunakan Pendekatan Geokultural

Kapolri Suyudi Lakukan Mutasi Masif, 264 Perwira Tinggi dan Menengah Dijaga

Kapolri Jenderal Suyudi Perkuat Sinergi dengan KWI: Menjaga Kamtibmas Lewat Kolaborasi Tokoh Agama
