Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Turun Tajam di Akhir Oktober, Analis Proyeksikan Sentimen Cuan di Pekan Pertama November

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

IHSG Turun Tajam di Akhir Oktober, Analis Proyeksikan Sentimen Cuan di Pekan Pertama November
BAGIKAN:

Minggu perdagangan penutup Oktober 2026 ditutup dengan nada merah bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 41 poin atau minus 0,80 persen ke level 5.057 pada Jumat (30/10), melanjutkan tren koreksi yang telah menghantui bursa selama empat hari sebelumnya. Secara mingguan, performa indeks tercatat anjlok 7,03 persen, disertai pengurangan aktivitas perdagangan yang signifikan di mana kapitalisasi pasar bursa tergerus 7,52 persen menjadi Rp8.862 triliun.

Arsitektur Tekanan Pasar dan Dinamika Mata Uang

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Elsierra Putri Yosita, mengonfirmasi pelemahan rata-rata volume transaksi harian yang turun 18,85 persen menjadi 32,428 miliar lembar saham. Penurunan ini turut berdampak pada rata-rata nilai transaksi harian yang terkoreksi 29,49 persen menjadi Rp14,339 triliun. Di sektor investor asing, kondisi semakin menekan dengan catat penjualan bersih (net sell) sebesar Rp138,71 miliar pada perdagangan terakhir Oktober. Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing telah membukukan nilai jual bersih masif sebesar Rp97,921 triliun, sebuah indikasi kuatnya arus dana keluar dari pasar domestik.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan indeks akan bergerak campuran dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Senin (2/11). Ia memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 4.970 dan resistance 5.185. Namun, proyeksi optimis ini dibayangi pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp18.170 per dolar AS, serta lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang mencapai 7,71 persen, tertinggi sejak Mei 2020. Kedua faktor makroekonomi tersebut dinilai meningkatkan tekanan terhadap pasar saham dan memicu risiko capital outflow.

Rekomendasi Saham Unggulan dan Sentimen Eksternal

Di tengah ketidakpastian ini, Oktavianus merekomendasikan beberapa saham berbasis potensi penguatan, termasuk PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang diproyeksikan dapat menyentuh level 1.530, serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang ditargetkan mencapai 6.750. Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangan lebih konservatif dengan memperkirakan indeks masih rawan melanjutkan koreksi ke support 4.907. Herditya menekankan pentingnya pengawasan investor terhadap implementasi kebijakan Komite Pengawasan Khusus (HSC) pada 2 November 2026, di mana emiten tertentu akan dikeluarkan dari perhitungan indeks. Dari eksternal, pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat dan rencana tinjauan indeks oleh MSCI menjadi sorotan utama pasar, seiring dengan rilis data inflasi yang diprediksi tumbuh 3,3 persen secara tahunan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ