IHSG Turun 7% Sepekan, Investor Asing Catat Lepas Bersih Rp4,2 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren melemah yang signifikan di akhir perdagangan pekan terakhir, dengan koreksi total mencapai 7,03% dalam lima hari bursa. Ketidakstabilan pasar ini tercermin dari penutupan indeks yang turun 0,80% ke level 5.057,050 pada Jumat (30/10/2026), menandai hanya satu hari perdagangan yang berhasil ditutup menguat selama sepekan. Pelemahan tajam ini memicu pergerakan modal asing yang masif keluar dari pasar saham Indonesia.
Aliran Dana Asing dan Tekanan Jual
Di tengah sentimen negatif tersebut, investor asing mencatatkan penjualan bersih jumbo sebesar Rp4,20 triliun di seluruh pasar. Jika fokus pada pasar reguler, angka penjualan bersih ini bahkan lebih besar, yakni mencapai Rp5,62 triliun. Di sisi lain, terdapat upaya masuk dana asing melalui pasar negosiasi dan tunai dengan pembelian bersih sebesar Rp1,42 triliun, namun angka tersebut tidak mampu mengimbangi besaran aksi jual yang mendominasi pergerakan harga di pasar reguler.
Fenomena keluarnya dana asing ini menciptakan tekanan jual yang berpusat pada sejumlah emiten lapis satu yang menjadi penopang utama indeks. Data perdagangan menunjukkan adanya konsolidasi aksi jual asing pada sepuluh saham pilihan yang secara agregatif mengerek penurunan IHSG. Pergerakan ini mengindikasikan adanya rotasi portofolio atau evaluasi risiko oleh pelaku pasar global terhadap aset-aset di pasar Indonesia.
Dampak terhadap Sentimen Pasar
Kinerja lemah ini menjadi perhatian serius bagi analis dan investor domestik, mengingat volatilitas yang tinggi dapat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap kestabilan ekonomi makro. Tren 'net foreign sell' yang konsisten dalam sepekan terakhir perlu diwaspadai, karena seringkali menjadi sinyal awal perubahan sentimen jangka pendek. Pelaku pasar kini menunggu arah gerak berikutnya untuk melihat apakah koreksi ini akan berlanjut atau justru menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka panjang yang melihat valuasi beberapa sektor sebagai area menarik.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Pasokan Alumina dan Aluminium RI Diproyeksi Melimpah, Ini Pendorongnya
