Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Tertahan di Level 5.057, Transaksi Jumbo Rp 11,65 Triliun Jelang Akhir Pekan

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: Detik Bursa & Emas & Antara Pasar Modal
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

IHSG Tertahan di Level 5.057, Transaksi Jumbo Rp 11,65 Triliun Jelang Akhir Pekan
BAGIKAN:

Pasar saham domestik ditutup di zona merah pada akhir perdagangan pekan ini seiring tekanan jual yang memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah. Berdasarkan data yang tercatat pada Jumat (30/10/2026), indeks utama bursa tersebut berakhir di level 5.057, mengalami penurunan signifikan sebesar 41 poin atau setara dengan 0,80 persen. Penurunan ini menyusul pembukaan di zona negatif pada level 5.066, di mana investor memilih untuk melakukan aksi jual yang lebih dominan dibandingkan pembelian. Meskipun demikian, dinamika pasar tetap berlangsung aktif dengan fluktuasi harga yang cukup lebar selama sesi perdagangan berlangsung.

Aksi Jual Dominan Didorong Sentimen Pasar

Pergerakan IHSG sepanjang hari menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, ditandai dengan pencapaian level tertinggi di 5.116 dan terendah di 4.979. Dari total seluruh transaksi yang terjadi, sebanyak 523 saham ditutup melemah, jauh lebih banyak dibandingkan 187 saham yang menguat dan 81 saham yang stagnan. Ketimpangan jumlah saham yang melemah terhadap yang menguat mengindikasikan adanya tekanan jual yang merata di berbagai sektor. Investor tampaknya berhati-hati dalam mengambil posisi baru menjelang akhir pekan, sehingga mendorong indeks kembali ke bawah kisaran 5.000 poin.

Nilai Transaksi Jumbo Mencapai Rp 11,65 Triliun

Dalam sesi perdagangan tersebut, aktivitas pasar tetap ramai dengan total nilai transaksi yang mencapai Rp 11,65 triliun. Volume perdagangan mencatatkan 37,62 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 1,18 juta kali transaksi. Data ini menggambarkan bahwa minat para pelaku pasar untuk bertransaksi tetap terjaga meski indeks mengalami koreksi. Sisi permintaan dan penawaran terjadi dengan intensitas yang cukup tinggi, sehingga fluktuasi harga harian tidak hanya berimbas pada indeks komposit, tetapi juga pada pergerakan harga emiten-emiten individual yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya pekan perdagangan dengan hasil yang kurang memuaskan bagi para investor ritel dan institusional. Pelemahan indeks sebesar 41 poin ini perlu dicermati lebih lanjut dalam perdagangan sesi berikutnya, mengingat posisi IHSG yang kembali berada di bawah ambang batas psikologis 5.100. Para analis dan pelaku pasar akan memantau potensi rebound atau berlanjutnya tren koreksi pada hari Senin mendatang, terutama dengan memperhatikan respons sentimen global serta kinerja emiten-emiten besar yang mendominasi bobot indeks. Stabilitas ekonomi makro dan arus modal asing akan menjadi faktor krusial yang menentukan arah pergerakan pasar saham di awal pekan baru.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ