Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Harga BBM di SPBU Nasional Dibiarkan Stabil, Pertamina Cs Tak Ubah Tarif Per November

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Harga BBM di SPBU Nasional Dibiarkan Stabil, Pertamina Cs Tak Ubah Tarif Per November
BAGIKAN:

Para penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia secara kompak memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga di SPBU mereka terhitung 1 November 2026. Keputusan ini dikonfirmasi oleh berbagai pemain besar, termasuk Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia, yang memilih mempertahankan tarif jualan agar tetap stabil di tengah dinamika pasar energi global. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga secara resmi menyatakan bahwa tidak ada perubahan harga yang berlaku untuk periode tersebut, memberikan kepastian bagi konsumen domestik.

Kestabilan Harga di Kancah Nasional

Berbagai jenis produk BBM di wilayah DKI Jakarta menunjukkan angka yang tetap, tanpa adanya inflasi biaya. Sebagai contoh, harga Pertamax (RON 92) tetap dipatok pada level Rp15.950 per liter, sementara varian premium seperti Pertamax Green 95 bertahan di Rp19.150 per liter dan Pertamax Turbo di angka Rp19.600 per liter. Untuk kategori solar non-subsidi, Dexlite dan Pertamina Dex juga tidak berubah, masing-masing tetap di harga Rp23.700 dan Rp25.200 per liter, yang dianggap relatif menguntungkan bagi industri logistik yang mencari kepastian anggaran operasional.

Di sisi lain, harga BBM bersubsidi juga dijaga kemantapannya guna menjaga daya beli masyarakat. Pertalite tetap dipatok rendah, namun dalam data sumber terdapat anomali angka "Rp10.00" yang kemungkinan besar merujuk pada Rp4.000 atau skema subsidi tetap, sementara Solar Subsidi terkonfirmasi tetap di harga Rp6.800 per liter. Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah dan perusahaan pelat merah dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang bergantung pada sektor transportasi publik.

Dampak Strategis bagi Konsumen

Kebijakan serupa juga diterapkan oleh SPBU swasta nasional seperti Shell dan Vivo Energy. Data dari situs resmi menunjukkan bahwa Shell V-Power Diesel tetap berharga Rp25.420 per liter, sementara produk Vivo Revvo 92 tidak mengalami kenaikan dan dipatok pada harga Rp16.130 per liter. Stabilitas harga di berbagai merek ini memberikan kelegaan bagi pelaku usaha dan konsumen yang rutin melakukan pengisian bahan bakar, karena mereka dapat merencanakan pengeluaran tanpa harus khawatir akan lonjakan biaya mendadak. Hal ini menunjukkan adanya kesepahaman antar-industry untuk menjaga stabilitas ekonomi mikro di sektor energi selama bulan November ini.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ