Gubernur DKI Jakarta Kukuhkan Dua Pelajar Duta Antihoaks untuk Perkuat Literasi Digital
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengukuhkan dua pelajar sebagai Duta Antihoaks Jakarta 2026 di Balai Kota DKI, Senin (2/11), untuk memperkuat literasi digital dan mencegah penyebaran informasi palsu di kalangan generasi muda. Kedua duta terpilih, yaitu Winda dari SMAN 68 Jakarta dan Muhammad Ibrahim Gumay dari SMAN 71 Jakarta, akan menjalankan tugas edukasi selama satu tahun ke depan dengan mengajak teman sebaya berpikir kritis dalam menyikapi konten di ruang digital.
Pramono menegaskan pentingnya peran anak muda dalam menangkal hoaks mengingat aktivitas mereka yang sangat dekat dengan media sosial. Ia menyebutkan bahwa tantangan era digital bukan lagi sekadar akses teknologi, tetapi kemampuan memilah informasi. Untuk itu, Pramono mendorong masyarakat memanfaatkan layanan Jalahoaks yang disediakan Pemprov DKI untuk memeriksa fakta sebelum membagikan konten, terutama mengingat Jakarta meraih nilai tertinggi nasional dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dengan skor 56,97.
Dua duta ini diharapkan menjadi penggerak komunitas sekolah yang membangun kebiasaan bermedia sosial secara kritis dan bertanggung jawab. Pramono juga berharap mereka dapat memanfaatkan kreativitas digital untuk memperkenalkan fakta-fakta positif tentang Jakarta menjelang usianya yang ke-500 pada 2027. Program ini dirancang agar pelajar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang membentuk opini sehat di lingkungannya.
Keputusan pengukuhan ini dihasilkan melalui proses seleksi ketat yang mencakup administrasi, pelatihan, dan pengembangan proyek kampanye. Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan bahwa dari 356 peserta asal 119 SMA negeri, tersisa 10 finalis yang menjalankan proyek kampanye pada Agustus-September 2026. Nantinya, para duta akan melakukan edukasi interaktif ke sekolah-sekolah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta membentuk agen anti-hoaks di tingkat sekolah untuk menghadapi isu-isu terkini di Jakarta.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Asap TPA Degayu Pekalongan Belum Padam, BNPB Sebut 1,5 Hektare Lahan Hangus

Kemensos Komitmen Bangun Dua Sekolah Rakyat di Nabire untuk Putus Rantai Kemiskinan Antargenerasi
UNESCO Ungkap Krisis Impunitas Global: 86% Pembunuhan Jurnalis Tak Tuntas
