Gelombang Serangan Drone Ukraina Sasar Kilang Minyak Strategis Rusia di Nizhny Novgorod
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Wilayah Nizhny Novgorod yang terletak di sebelah timur Moskow kembali menjadi sasaran serangan udara ketika puluhan drone milik Ukraina menghantam fasilitas industri strategis pada Minggu (1/11) dini hari. Insiden ini mengonfirmasi eskalasi berkelanjutan dalam upaya Kyiv untuk melumpuhkan sektor energi Rusia, menyusul klaim sebelumnya bahwa salah satu kilang minyak terbesar negara tersebut telah berhasil diserang.
Kerugian Signifikan di Distrik Kstovo
Gubernur Nizhny Novgorod, Gleb Nikitin, menyatakan bahwa gelombang serangan drone berskala besar berlangsung sepanjang malam dan mengakibatkan kerusakan signifikan pada sebuah fasilitas industri di Distrik Kstovo. Meskipun otoritas pertahanan udara setempat mengklaim berhasil menembak jatuh lebih dari 100 drone, dampak fisik terhadap infrastruktur tetap tidak terhindarkan. Nikitin memastikan bahwa berdasarkan data awal, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut, namun ia memilih untuk tidak merinci secara spesifik jenis fasilitas industri yang menjadi target utama.
Sementara itu, berbagai laporan dari media Ukraina secara seragam menyebutkan bahwa sasaran utama dari operasi tersebut adalah kilang minyak Kstovo. Fasilitas ini dikenal luas sebagai salah satu pusat pengolahan minyak terbesar di Rusia yang memiliki peran vital dalam memproduksi bahan bakar serta pelumas. Jika informasi ini terkonfirmasi, serangan tersebut akan menambah panjang daftar infrastruktur energi Rusia yang berhasil dilumpuhkan oleh Kyiv sejak invasi militer Moskow dimulai pada Februari 2022.
Tekanan Internasional dan Strategi Perang Energi
Eskalasi serangan terhadap sektor energi Rusia ini sejatinya sudah diprediksi setelah Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengungkapkan pada Jumat (30/10) bahwa Ukraina kembali mengintensifkan operasinya. Setelah jeda selama beberapa hari, Novak melaporkan kepada televisi pemerintah bahwa tiga kilang minyak dan satu kompleks petrokimia gas turut menjadi sasaran langsung proyektil Ukraina. Kyiv secara konsisten menjadikan fasilitas minyak dan gas Rusia sebagai target balasan atas gempuran Moskow yang terus merusak jaringan listrik dan infrastruktur energi sipil di wilayah Ukraina.
Di kancah internasional, strategi perang energi ini rupanya memicu kekhawatiran tersendiri bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump dilaporkan secara aktif mendesak pemerintah Kyiv agar menghentikan serangan terhadap kilang-kilang minyak Rusia. Ia bahkan mengaitkan rentetan serangan tersebut dengan lonjakan harga bahan bakar diesel di pasar global. Kendati menghadapi tekanan diplomatik dari Washington, Ukraina tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan mengendurkan intensitas serangan terhadap urat nadi ekonomi dan logistik militer Rusia di tengah konflik yang masih berkecamuk.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Haley Stevens Dikecualikan Demokrat Michigan Usai Dukung Kandidat Republik

Eisenkot Bongkar Ambisi Netanyahu Giring Pemilu Ulang, Qatar Bantah Tuduhan Campur Tangan

Hasil Pemilu Israel: Survei Ditolak, Partai Arab Dipertanyakan Asing
