Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BPS Catat Surplus Neraca Dagang RI Tembus US$3,36 Miliar pada September 2026

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

BPS Catat Surplus Neraca Dagang RI Tembus US$3,36 Miliar pada September 2026
BAGIKAN:

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar US$3,36 miliar pada September 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa capaian ini terutama didorong oleh kinerja perdagangan nonmigas yang berhasil mencatatkan surplus US$5,67 miliar, sehingga mampu menutupi defisit perdagangan migas yang mencapai US$2,31 miliar. Peristiwa ini disampaikan dalam konferensi pers bulanan BPS pada Senin (2/11).

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencatatkan surplus sebesar US$10,61 miliar. Angka tersebut ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas yang signifikan, yaitu US$34,21 miliar, sementara perdagangan migas masih menunjukkan defisit sebesar US$23,60 miliar. Komoditas utama yang menjadi penyumbang surplus nonmigas antara lain lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Dari sisi negara mitra dagang, Amerika Serikat (AS) menjadi kontributor surplus terbesar bagi Indonesia dengan nilai US$14,26 miliar pada periode Januari-September 2026, diikuti oleh India (US$10,59 miliar) dan Filipina (US$6,48 miliar). Sebaliknya, Tiongkok mencatatkan defisit terdalam sebesar US$21,20 miliar, disusul Singapura (US$7,03 miliar) dan Australia (US$5,78 miliar). Khusus untuk perdagangan nonmigas, AS juga memimpin penyumbang surplus terbesar dengan nilai US$17,37 miliar.

Berdasarkan kelompok komoditas, surplus perdagangan nonmigas Indonesia selama periode tersebut terutama ditopang oleh lemak dan minyak hewani/nabati yang mencapai US$29,31 miliar. Meskipun terdapat defisit dari transaksi hasil minyak dan minyak mentah pada sektor migas, kinerja positif dari sektor nonmigas memastikan neraca perdagangan Indonesia secara keseluruhan tetap berada di zona surplus.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸