Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Bos BI Terima Keluhan Investor Asing soal MSCI, IHSG Rontok Tembus 5.000

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Market & Saham & Detik Bursa & Emas
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Bos BI Terima Keluhan Investor Asing soal MSCI, IHSG Rontok Tembus 5.000
BAGIKAN:

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa para investor asing secara langsung menyampaikan kekhawatiran terkait keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengusulkan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia. Hal ini disampaikan saat Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta. Menurut Destry, investor global justru menilai pasar keuangan Amerika Serikat memiliki risiko terlalu tinggi akibat valuasi teknologi yang melonjak hingga 2,4 kali GDP-nya, serta pasar Eropa yang dilanda masalah utang tinggi dan defisit anggaran yang lebar. Kondisi ini kontras dengan potensial besar pasar Indonesia yang didukung pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Tekanan Likuiditas dan Sentimen Negatif

Dampak dari wacana penurunan status pasar Indonesia tersebut segera terlihat pada pergerakan pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 1,29% ke level 5.032,43 pada sesi I perdagangan Jumat (30/10/2026), memperdalam tren pelemahan sepekan terakhir hingga 7,48%. Penurunan ini turut menyebabkan keluarnya arus modal asing yang signifikan, dengan catatan net foreign sell sebesar Rp 97,78 triliun sepanjang tahun 2026. Penurunan indeks hingga menembus level psikologis 5.000 menunjukkan bahwa para investor masih dalam mode defensif dan belum berani mengambil risiko tinggi, menjadikan saham berkapitalisasi besar sebagai penekan utama pasar.

Respons OJK dan Prospek Rebound

Menanggapi sentimen negatif tersebut, Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah berkoordinasi untuk menenangkan para investor global dan menunjukkan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kuat. Meskipun tekanan jual masih dominan, analis pasar modal seperti Elandry Pratama dan riset BRI Danareksa Sekuritas melihat adanya peluang rebound jangka pendek. Indikator RSI yang berada di area 26,77 menunjukkan kondisi jenuh jual, yang dapat memicu penguatan teknikal. Namun, investor disarankan tetap selektif dengan memperhatikan fundamental dan likuiditas saham karena penguatan ini diperkirakan masih rentan terhadap volatilitas pasar.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ