BNBR Catat Lonjakan Laba Usaha 2.157% Didorong Ekspansi Energi Hijau dan Infrastruktur

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan kinerja keuangan yang sangat impresif pada kuartal III-2026 dengan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 4,12 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar Rp 1,47 triliun atau 55,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 2,65 triliun. Di samping pertumbuhan pendapatan, BNBR juga berhasil mencatatkan laba usaha melonjak drastis menjadi Rp 596,24 miliar, naik 2.157,14% dari Rp 26,41 miliar pada tahun lalu, serta EBITDA positif senilai Rp 810,25 miliar yang meningkat 707,86%.
Strategi Diversifikasi dan Dampak Eksternal
Lonjakan pendapatan bersih BNBR ditopang oleh kinerja positif dari sejumlah unit usaha utamanya. Kontribusi terbesar berasal dari kenaikan pendapatan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN Group) sebesar Rp 678,87 miliar atau 248,3%, diikuti oleh PT Bakrie Metal Industries (BMI Group) yang tumbuh Rp 434,65 miliar (26,1%) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR Group) yang naik Rp 348,09 miliar (48,6%). Meskipun demikian, perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih akibat dampak eksternal, terutama kenaikan suku bunga mengambang (floating rate) yang membebani beban bunga Constant Maturity Swap (CCT) pada tahun-tahun awal pasca-akuisisi.
Proyek Strategis Masa Depan
Direktur Utama BNBR, Anindya Bakrie, menyatakan bahwa pertumbuhan ini adalah buah dari strategi resiliensi dan adaptabilitas di tengah kondisi ekonomi global yang menantang. Optimisme jangka panjang perseroan bertumpu pada penggarapan proyek infrastruktur strategis seperti jalan tol dan jaringan pipa migas, serta ekspansi agresif di sektor industri masa depan. Anindya menegaskan bahwa fokus pada elektrifikasi transportasi, energi berkelanjutan, dan pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) diyakini akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para pemegang saham.
Direktur BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, menambahkan bahwa struktur keuangan yang semakin kokoh menjadi fondasi utama untuk menjaga tren pertumbuhan. Kombinasi antara diversifikasi portofolio bisnis dan komitmen terhadap inisiatif hijau memastikan BNBR tetap kompetitif dan mampu menghadapi volatilitas pasar di masa mendatang, meski masih harus mengelola beban finansial akibat fluktuasi suku bunga global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

DJP Kumpulkan Pajak Digital Rp58,75 T, Tiga Perusahaan Baru Ditunjuk Pungut Pajak
Binance Buka Ulang Penarikan Dana, THORChain Tolak Bekukan Aset untuk FBI
IHSG Akhir Pekan Melemah 41 Poin, Bursa Sedia Hadapi Gelombang Hujan di Jakarta
