BMKG Waspada: 19 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, MJO dan Gelombang Kelvin Jadi Pemicu Utama
Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menyebutkan 19 wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang pada hari Senin, 2 November 2026. Penetapan status 'Waspada' ini tidak disertai kategori 'Siaga' atau 'Awas' yang menandakan hujan ekstrem, namun kombinasi fenomena atmosfer global seperti penjalaran Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin diprediksi menjadi pemicu utama terbentuknya awan hujan di berbagai penjuru negeri.
Dampak Fenomena Atmosfer dan Peta Risiko
Berdasarkan prakiraan dasarian I November 2026, mayoritas wilayah Indonesia didominasi curah hujan kategori menengah sebesar 67,62 persen. Wilayah yang masuk dalam daftar 19 daerah berisiko tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan. Selain itu, Papua Pegunungan mendapat peringatan khusus terkait potensi angin kencang. Fenomena MJO yang memengaruhi wilayah barat dan selatan Indonesia bersinergi dengan gelombang Kelvin di wilayah timur, menciptakan kondisi atmosfer yang labil dan mendukung pertemuan massa udara.
Secara dinamis, kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman serta pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna turut berperan penting dalam membentuk zona perlambatan angin. Kondisi ini meningkatkan potensi hujan yang disertai kilat atau petir, terutama di daerah-daerah yang mengalami konvergensi udara. Meskipun akumulasi curah hujan dalam skala dasarian tercatat berada pada kategori rendah hingga menengah, potensi hujan lebat harian tetap memerlukan antisipasi ketat dari masyarakat. Kategori rendah mencakup 30,57 persen wilayah, yang terkonsentrasi di Lampung, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, dan sebagian wilayah Sulawesi serta Maluku, menunjukkan pola cuaca yang bervariasi namun tetap berdampak signifikan pada aktivitas sehari-hari.
BERITA TERKAIT (Teknologi)
Momentum IPO Hong Kong Melambat, Namun Peluang Masuk Top 3 Global 2026 Masih Terbuka

Pergeseran Harga iPhone di November 2026: Model Lama Naik, 18 Pro Turun

CEO OpenAI Sarankan DRAM Dikirim ke Data Center, Konsumen PC Lokal Mengeluh
