Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

CEO OpenAI Sarankan DRAM Dikirim ke Data Center, Konsumen PC Lokal Mengeluh

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: Detik Inet & Antara News
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

CEO OpenAI Sarankan DRAM Dikirim ke Data Center, Konsumen PC Lokal Mengeluh
BAGIKAN:

Kebijakan alokasi sumber daya komputasi global tengah memanas setelah CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa pasokan memori DRAM dunia akan jauh lebih efisien jika digunakan secara penuh di data center AI daripada di perangkat komputer lokal milik konsumen. Pernyataan kontroversial ini memicu kekesalan di kalangan pengguna teknologi, yang kini sedang menanggung imbas melambungnya harga perangkat keras akibat krisis kecerdasan buatan yang sedang berlangsung. Di tengah kekhawatiran bahwa konsumen akan terdesak untuk menjadi sekadar penyewa layanan cloud, Altman berargumen bahwa pemanfaatan DRAM di perangkat PC sering kali tidak efisien dan seharusnya dialihkan ke infrastruktur AI yang beroperasi secara maksimal.

Kritik Terhadap Alokasi DRAM dan Dampak pada Harga

Dalam wawancaranya di kanal YouTube Cheeky Pint, Altman menyoroti inefisiensi penggunaan memori pada perangkat konsumen, di mana kapasitas pemanfaatannya klaimnya hanya berkisar di angka 5 persen. Sebaliknya, data center AI yang beroperasi 24 jam sehari dianggap mampu mendorong tingkat pemanfaatan pasokan memori mendekati kapasitas maksimalnya. Pandangan ini menyindir tren modern seperti perangkat Microsoft Surface Laptop Ultra yang dibekali hingga 128 GB unified RAM untuk mendukung pemrosesan AI lokal, termasuk model open-source seperti DeepSeek yang menjadi pesaing langsung OpenAI. Ketegangan ini semakin nyata dengan laporan bahwa pembangunan data center AI secara masif telah melipatgandakan biaya DRAM hingga lima kali lipat dibanding tahun lalu, yang berujung pada meroketnya harga berbagai perangkat elektronik konsumen ke titik tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Pernyataan Altman ini memperjelas ketegangan struktural antara komputasi lokal dan berbasis cloud. Para pengamat industri khawatir bahwa raksasa AI secara terselubung sedang mengubah pola kepemilikan hardware, di mana pengguna biasa dipaksa untuk mengalah dan bergantung sepenuhnya pada infrastruktur cloud demi memenuhi keputusasaan industri AI akan pasokan memori. Meski para produsen chip utama dunia masih memiliki proyeksi berbeda mengenai durasi kelangkaan pasokan RAM ini, sentimen pasar sudah beranjak ke arah yang tidak menguntungkan bagi konsumen. Sebagaimana dikutip dari Techspot, Senin (2/11/2026), situasi ini menandai era baru di mana daya komputasi menjadi komoditas eksklusif yang diatur oleh kepentingan ekonomi skala besar, meninggalkan pengguna biasa di posisi terlemah dalam rantai teknologi global.

Kebijakan prioritas penggunaan DRAM untuk data center ini bukan sekadar diskusi teknis, melainkan keputusan strategis yang berdampak pada daya beli masyarakat luas. Kenaikan harga yang signifikan pada perangkat keras, mulai dari laptop hingga komponen PC, membuat banyak konsumen kini harus menunggu penurunan harga atau mengalihkan kebutuhan komputasi AI mereka ke layanan berbayar. Altman menegaskan bahwa efisiensi ekonomi global akan tercapai melalui centralisasi komputasi, namun argumen ini mengabaikan kebutuhan individu akan privasi data dan aksesibilitas perangkat tanpa ketergantungan jaringan. Dengan demikian, perdebatan ini tidak hanya seputar spesifikasi teknis, tetapi juga mengenai arah masa depan kepemilikan teknologi dan siapa yang sebenarnya diuntungkan dari krisis RAM global saat ini.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ