Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Binance Buka Lagi Penarikan Dana setelah Menggantikan 95% Aset Kripto Rp114 T yang Bocor

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Binance Buka Lagi Penarikan Dana setelah Menggantikan 95% Aset Kripto Rp114 T yang Bocor
BAGIKAN:

Bursa kripto terbesar dunia, Binance, resmi mengumumkan pembalikan layanan penarikan dana (*withdrawal*) pada Minggu (1/11/2026). Keputusan strategis ini diambil setelah platform tersebut berhasil mengembalikan sekitar 95% aset kripto senilai US$6,3 miliar atau setara Rp114 triliun yang sebelumnya dicuri dalam insiden peretasan masif. Proses pemulihan tahap awal dijadwalkan berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 GMT, mencakup 15 aset utama seperti Bitcoin, Ether, XRP, dan Dogecoin. Bagi pengguna, ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas operasional kembali pulih setelah kejutan di minggu-minggu sebelumnya.

Respons Cepat dan Kolaborasi Hukum

Insiden ini bukan tanpa tantangan. Sisa 5% aset yang dicuri masih dalam proses pemulihan karena terkonsentrasi pada token dengan likuiditas rendah yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk dihimpun. Di sisi lain, otoritas penegak hukum Amerika Serikat memberikan sorotan tajam. Biro Investigasi Federal (FBI) menyatakan bahwa kelompok peretas yang disponsori negara Korea Utara, yakni TraderTraitor, bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa pelaku mengkonversi hasil pencurian menjadi Ether, dengan estimasi adanya 'pencucian aset' (*further laundering*) lebih lanjut. Kendati demikian, Korea Utara membantah keterlibatan kelompok siber negara dalam aktivitas pencurian, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahnya belum dapat memastikan sepenuhnya, namun mengancam akan melakukan diplomasi jika terbukti benar.

Keseriusan Binance dalam menangani krisis ini diukur dari komitmen finansialnya. Co-CEO Richard Teng mendeskripsikan kejadian tersebut sebagai 'serangan kompleks' yang melibatkan laptop terinfeksi dan perangkat lunak penghapus jejak. Untuk menjamin kepercayaan nasabah, Binance menggunakan dana internal termasuk Safe Asset Fund for Users (SAFU) senilai US$1 miliar serta sebagian kas perusahaan dan dana asuransi futures. Hingga saat ini, sekitar US$3 miliar aset hasil pencurian telah berhasil dilacak dan dibekukan berkat kolaborasi dengan mitra industri blockchain.

Dampak pada Pasar dan Ekosistem Kripto

Peristiwa ini menambah daftar panjang risiko dalam ekosistem aset digital global. Data dari TRM Labs menunjukkan bahwa hampir 150 serangan pencurian aset kripto terjadi tahun sebelumnya dengan total nilai US$2,9 miliar, menunjukkan pola ancaman yang sistemik. Insiden di Binance sendiri berlangsung cepat, hanya sekitar 20 menit pada Kamis malam, namun dampaknya mengguncang harga aset pada Jumat saat bursa berlomba meyakinkan pengguna bahwa keamanan dana tetap terjaga. Dengan total aset dalam pengelolaan mencapai US$162,8 miliar dan 335 juta pengguna terdaftar, langkah pemulihan Binance ini menjadi penentu penting bagi tingkat kepercayaan institusional di industri kripto secara global.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ