Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bahlil Tegaskan RI Belum Siap Ekspor Listrik, Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Bahlil Tegaskan RI Belum Siap Ekspor Listrik, Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri
BAGIKAN:

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Indonesia belum memiliki kapasitas untuk melakukan ekspor listrik ke negara lain, termasuk ke Singapura. Pernyataan tegas ini disampaikan dalam acara Minerba Convex 2026 di Jakarta pada Senin (2/11/2026). Bahlil menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memenuhi kebutuhan listrik domestik yang masih tinggi, bukan memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Dalam keterangannya, Bahlil secara spesifik meminta Badan Pengelola Investasi Danantara untuk tidak terpengaruh oleh lobi-lobi terkait ekspor listrik. Ia mengingatkan bahwa izin ekspor merupakan kewenangan Kementerian ESDM, bukan Danantara. "Saya sudah umumkan untuk Indonesia belum bisa ekspor listrik... tidak ada, izin itu dari ESDM bukan danantara," ujar Bahlil, menggarisbawahi pentingnya menjaga kedaulatan dan wibawa negara serta marwah 280 juta jiwa rakyat Indonesia.

Kebijakan ini menandai jeda dalam rencana kerja sama yang sebelumnya telah dituangkan dalam MoU antara Indonesia dan Singapura pada tahun lalu. Sebelumnya, pemerintah membuka skema transaksi listrik berbasis business-to-business (B2B), di mana Danantara maupun swasta boleh menjalin kemitraan dengan perusahaan asal Singapura dengan tetap mengedepankan aspek keekonomian yang kompetitif bagi Indonesia. Namun, dengan pernyataan Bahlil kali ini, proses negosiasi ekspor listrik ke negara tetangga tersebut secara efektif dihentikan demi fokus pada stabilitas pasokan listrik dalam negeri.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸