Bahlil Targetkan Setoran Tambang Tembus Rp165 Triliun, Kunci Strategi Kendali RKAB
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Peningkatan penerimaan ini tidak terjadi secara alami, melainkan didorong oleh kebijakan intervensi pasar yang agresif.
- Strategi ini berfokus pada penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan global.
- Bahlil menjelaskan bahwa dengan memotong RKAB untuk mengontrol kuota ekspor, Indonesia berhasil mendongkrak harga batubara kalori 6.333 menjadi US$154 per ton .
Bahlil Lahadalia, yang merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) menembus Rp160-165 triliun pada akhir 2026. Angka ambisius ini merupakan peningkatan signifikan dari posisi per 1 Oktober 2026 yang sudah menyentuh Rp141 triliun, jauh melampaui rata-rata setoran tahun 2025 yang berkisar antara Rp130 hingga Rp135 triliun. Bahlil memaparkan target ini dalam acara Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026 di Jiexpo, menegaskan bahwa sinergi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi pilar utama kenaikan pendapatan negara secara konsisten.
Peningkatan penerimaan ini tidak terjadi secara alami, melainkan didorong oleh kebijakan intervensi pasar yang agresif. Strategi ini berfokus pada penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan global. Dengan mengendalikan volume produksi, pemerintah berupaya memaksimalkan harga komoditas di pasar internasional, mengubah dinamika di mana harga biasanya ditentukan oleh kekuatan asing menjadi harga yang berpihak pada produsen utama, yakni Indonesia.
Ekspor Batubara dan Kendali Harga Global
Sumber daya batu bara Indonesia memegang peranan vital dalam perdagangan global, dengan pangsa pasar mencapai 43% atau 540 juta ton dari total perdagangan dunia sebesar 1,3 miliar ton. Bahlil menjelaskan bahwa dengan memotong RKAB untuk mengontrol kuota ekspor, Indonesia berhasil mendongkrak harga batubara kalori 6.333 menjadi US$154 per ton. "Hari ini harga batubara bisa mencapai 154 dolar untuk kalori 633. Ini strategi," ujar Bahlil, menyinggung bahwa menjaga keseimbangan supply and demand adalah kunci agar harga tidak lagi didikte oleh faktor eksternal.
- Pangsa pasar ekspor batubara Indonesia: 43% (540 juta ton).
- Total perdagangan batubara dunia: 1,3 miliar ton.
- Target harga batubara kalori 6.333: US$154/ton.
- Pertumbuhan PNBP: Dari Rp130-135 T (2025) ke target Rp160-165 T (akhir 2026).
Ekspansi Strategi Kendali ke Komoditas Nikel
Langkah penataan kuota produksi melalui instrumen RKAB ini juga diterapkan secara tegas pada komoditas nikel. Saat ini, pasar nikel dunia mengalami kelebihan pasokan (oversupply) mendekati 800.000 ton, padahal total kebutuhan global hanya sekitar 3,5 juta ton per tahun. Menghadapi kondisi ini, Bahlil menginstruksikan agar strategi pengendalian supply and demand melalui RKAB diterapkan pada nikel untuk menyeimbangkan pasar. "Saya yang tanggung jawab untuk kebaikan bangsa dan negara. Enggak usah ragu-ragu. Pasti banyak yang protes, saya tahu," tandasnya, menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus mengoptimalkan nilai ekspor demi kepentingan fiskal negara, meskipun harus berhadapan dengan resistensi dari pelaku industri tertentu.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar

Respons Keras Publik, KAI Batalkan Rencana Perubahan Nama Rute Kereta di Gapeka 2026
