Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Aktivision Hapus Cuplikan Tragedi Itaewon dari Call of Duty Modern Warfare 4

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: Detik Inet
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Aktivision Hapus Cuplikan Tragedi Itaewon dari Call of Duty Modern Warfare 4
BAGIKAN:

Penerbit game Activision resmi mengumumkan penghapusan cuplikan video tragedy Itaewon dari update terbaru Call of Duty: Modern Warfare 4, sebuah langkah yang diambil setelah gelombang kecaman deras melanda dari warga Korea Selatan. Cuplikan berdurasi beberapa detik tersebut, yang memuat rekaman asli dari insiden desak-desakan fatal pada 29 Oktober 2022, secara mengejutkan muncul di bagian awal game untuk mengilustrasikan jatuhnya korban sipil dalam skenario invasi fiktif Korea Utara. Penghapusan konten ini dijadwalkan akan diterapkan pada patch game yang akan dirilis pada 12 November mendatang, menandai perubahan signifikan dalam penanganan materi sensitif oleh pengembang.

Respon Kekeluargaan dan Konteks Tragedi

Perkumpulan keluarga korban tragedi Itaewon, yang dikenal dengan kelompok 10.29, mengekspresikan keterkejutannya karena adegan kekacauan nyata—termasuk warga yang melakukan CPR satu sama lain dan jenazah yang tergeletak di jalanan dingin—digunakan secara mentah untuk estetika fiksi dalam game. Mereka menekankan bahwa luka psikologis dari tragedi yang menewaskan 158 orang tersebut masih dirasakan hingga hari ini. Meskipun Activision telah meminta maaf dan menegaskan tidak memiliki niat untuk merendahkan tragedi ini atau bencana serupa, perwakilan keluarga korban menyatakan bahwa permintaan maaf formal langsung dari pihak perusahaan belum mereka terima, memunculkan ketegangan yang masih berlanjut antara pengembang dan pihak terkait.

Kontroversi ini tidak berdiri sendiri, melainkan memperdalam kritik yang sebelumnya sudah menghantam Call of Duty: Modern Warfare 4 yang baru dirilis pekan lalu. Game tersebut menuai sorotan karena mengangkat premis invasi Korea Utara ke Korea Selatan, sebuah skenario yang memicu sensitivitas geopolitik mengingat Perang Korea memang berakhir pada 1953 namun kedua negara belum menandatangani perjanjian damai resmi. Penggunaan footage berita asli sebagai latar belakang narasi fiksi ini dianggap sebagai pelanggaran etika jurnalistik dan empati terhadap korban, memicu diskusi luas tentang batasan kreatif dalam industri gaming global.

Dampak pada Industri dan Penanganan Konten

Keputusan Activision untuk menghapus material tersebut sebelum tanggal 12 November menunjukkan tekanan publik yang signifikan terhadap perusahaan besar di bidang teknologi hiburan. Insiden ini menyoroti pentingnya kurasi konten dan sensitivitas budaya dalam pengembangan game yang mendunia. Bagi masyarakat Korea Selatan, tragedi Itaewon bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan luka kolektif yang masih segar, sehingga penggunaan elemen-elemennya dalam media komersial dianggap sangat provokatif. Kasus ini kini menjadi sorotan utama bagi pengamat industri game, menandai preseden penting mengenai bagaimana batas antara fiksi dan realitas tragis harus dihormati oleh pengembang untuk menjaga reputasi dan respek terhadap para korban.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸