Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

1.800 Personel Gerebek Kampung Bahari, 26 Tersangka Ditangkap, KRL Kalaikan Dampak Operasi

AgamaMaulana IbrahimMaulana IbrahimSumber: Detik Hikmah
Maulana Ibrahim
Maulana Ibrahim
Pakar Sejarah Islam

Mengulas sejarah kebudayaan Islam dan tokoh-tokoh penting dalam agama.

1.800 Personel Gerebek Kampung Bahari, 26 Tersangka Ditangkap, KRL Kalaikan Dampak Operasi
BAGIKAN:

Operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menyita perhatian publik dengan metode penggerebekan dari berbagai sisi, termasuk melalui rel kereta api. Pada Minggu (1/11/2026), sebanyak 1.800 personel gabungan yang terdiri dari Polda Metro Jaya, Bareskrim, BNN, dan Brimob berhasil mengamankan 26 tersangka beserta barang bukti narkotika. Keunikan strategi ini terlihat ketika sejumlah polisi menaiki KRL untuk mendekat ke titik operasi secara serempak, sebuah langkah tak biasa dalam penindakan peredaran gelap narkotika tersebut.

Koordinasi Logistik dan Dampak pada Layanan Publik

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa mobilitas polisi menggunakan jalur KRL merupakan hasil koordinasi intensif antara kepolisian dan KAI Commuter. Perjalanan Commuter Line rute Jakarta Kota-Tanjung Priok sekitar pukul 06.25 WIB yang menggunakan moda khusus tersebut dipastikan tidak mengganggu operasional KRL reguler. Namun, dampak tidak langsung tetap terjadi di mana tiga perjalanan KRL terpaksa mengalami keterlambatan antara 4 hingga 19 menit karena adanya kerumunan warga di sekitar rel saat penggerebekan berlangsung. Pihak KAI telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang.

Kolaborasi Strategis dan Perlawanan Pelaku

Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, menegaskan bahwa penggerebekan dilakukan dari berbagai arah untuk memutus rantai distribusi, termasuk dari sisi rel wilayah Kampung Bahari. Dalam proses tersebut, petugas juga menemukan lapak narkoba di pinggir rel yang saat itu masih aktif melakukan transaksi. Lapak-lapak itu dibongkar secara paksa guna mencegah penyalahgunaan kembali sebagai lokasi jual-beli narkoba. Beberapa pelaku mencoba melakukan perlawanan, yang menurut Bismo merupakan upaya pengalihan perhatian dari zona target operasi utama. Meski demikian, fokus petugas tetap tertuju pada penangkapan para bandar dan penyitaan barang bukti.

Dari hasil aksi besar-besaran ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti narkotika, termasuk sabu, ganja, dan ekstasi. Operasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk melakukan pengejaran terhadap jaringan bandar di berbagai tempat. Keberhasilan menggerebek lokasi strategis seperti Kampung Bahari yang dikenal sebagai area kompleks dengan akses darat dan rel menunjukkan dedikasi lintas instansi dalam memerangi kejahatan narkotika di wilayah Ibu Kota.

BERITA TERKAIT (Agama)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ