Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Singapura Bantah Klaim Bahlil, Kargo LNG RI Dikirim Langsung Tanpa Transit

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Singapura Bantah Klaim Bahlil, Kargo LNG RI Dikirim Langsung Tanpa Transit
BAGIKAN:

Pemerintah Singapura membantah keras dugaan bahwa gas alam cair (LNG) asal Indonesia yang diperdagangkan perusahaan di negara mereka dikirim ulang ke pihak ketiga. Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura (METI) memastikan bahwa kargo komoditas tersebut bergerak langsung dari negara produsen menuju pembeli akhir tanpa singgah secara fisik di pelabuhan Singapura.

Klarifikasi atas Tuduhan Ekspor Ulang

Respons resmi METI muncul menyusul pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia mengklaim bahwa dari total 148 kargo LNG yang dikirim Indonesia ke Singapura, sebagian tidak digunakan untuk kebutuhan domestik negara kota itu, melainkan diduga dijual kembali ke pasar lain.

Juru bicara METI menjelaskan posisi Singapura sebagai salah satu pusat perdagangan energi global. Lebih dari 50 perusahaan yang berkantor di sana aktif melakukan transaksi jual beli dan pemasaran LNG dari berbagai belahan dunia, dengan pemasok utama berasal dari Amerika Serikat (AS), Australia, dan Malaysia.

  • Singapura menampung lebih dari 50 perusahaan pedagang LNG internasional.
  • Kargo LNG secara fisik dikirim langsung dari sumber ke tujuan akhir, bukan transit di Singapura.
  • Gas alam via pipa dari Indonesia dikhususkan murni untuk konsumsi domestik Singapura.

METI menegaskan kepada Channel News Asia, seperti dikutip pada Minggu (1/11/2026), bahwa keputusan komersial memang berada di tangan para pedagang berbasis di Singapura. Namun, pergerakan fisik kargo tidak melewati wilayah negara tersebut. Mereka juga memisahkan skema perdagangan LNG dengan pasokan gas alam melalui jaringan pipa dari Indonesia yang seluruhnya dialokasikan untuk pemakaian dalam negeri Singapura.

Dampak Pemangkasan Pasokan Pipa dan Posisi Kontrak

Polemik ini mengemuka di tengah langkah Indonesia mengurangi aliran gas melalui pipa ke Singapura sejak 24 Oktober demi mengamankan pasokan energi domestik. Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) mencatat pemangkasan tersebut mencapai sekitar 17 miliar British thermal unit (Btu) per hari selama rentang waktu 18 hari, atau setara kurang dari 2% dari total kebutuhan gas harian mereka.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong merespons situasi ini pada 25 Oktober dengan menyerukan agar seluruh pihak tetap menghormati komitmen kontrak komersial yang telah disepakati bersama. Di sisi lain, Bahlil meyakinkan publik bahwa kebijakan pengurangan pasokan masih berada dalam koridor batas minimum perjanjian yang berlaku, sehingga Indonesia diklaim tidak melanggar kewajiban kontraktual apa pun.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ