Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Militer Iran Siagakan Pasukan, Peringatkan Eskalasi Jika Serangan AS Diluncurkan

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Militer Iran Siagakan Pasukan, Peringatkan Eskalasi Jika Serangan AS Diluncurkan
BAGIKAN:

Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, memperingatkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi meluas ke wilayah yang jauh lebih luas jika Presiden AS Donald Trump kembali memicu ketegangan dengan aksi militer. Pernyataan tegas ini disampaikan Akraminia melalui platform media sosial X pada Sabtu (31/10), menegaskan bahwa eskalasi perang nyaris tidak bisa dihindari apabila Washington memulai petualangan militer baru di bawah tekanan dan bujukan pihak Zionis.

Di tengah peringatan tersebut, Akraminia menggarisbawahi bahwa militer Iran terus meningkatkan kesiapan dan memperketat pemantauan terhadap pergerakan Amerika Serikat di kawasan. Ia juga menyoroti rekam jejak Trump yang dianggap mengkhianati diplomasi, serta menegaskan bahwa akhir dari konflik di kawasan Timur Tengah tidak sepenuhnya berada di tangan Presiden AS.

Latar Belakang Ketegangan dan Pergerakan Militer

Ketegangan di kawasan ini telah berlangsung sejak 28 Februari lalu. Meskipun Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman pada Juni, situasi tetap tidak stabil, khususnya terkait pengaturan keamanan dan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Menurut laporan Stasiun televisi Israel KAN pada Kamis (29/10), Amerika Serikat telah mengirim 10 pesawat kargo militer ke Israel sebagai bagian dari persiapan serangan baru ke Iran.

  • Pesawat kargo militer AS ditempatkan di pangkalan udara Ovda dan Nevatim di wilayah Negev selatan, sementara armada tambahan dilaporkan dikirim ke pangkalan di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar.
  • Washington disebut telah memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas untuk memperkuat pertahanan udara di Timur Tengah, dan pasukan di wilayah rawan diminta mundur sebagai tindakan pencegahan.
  • Kendati demikian, tidak ada konfirmasi langsung dari AS terkait pengerahan pesawat tersebut maupun isi muatannya. Militer AS dilaporkan tinggal menunggu lampu hijau untuk memulai operasi.

Terakhir, kapal induk dan korps marinir AS disebut akan tiba di Timur Tengah pada November, menandai eskalasi signifikan dalam dinamika keamanan kawasan.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸