Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kebuntuan Pemilu Israel Picu Wacana Rotasi Kekuasaan Netanyahu-Eisenkot, Istana Bantah Keras

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kebuntuan Pemilu Israel Picu Wacana Rotasi Kekuasaan Netanyahu-Eisenkot, Istana Bantah Keras
BAGIKAN:

Hasil sementara pemilihan parlemen Israel pada Selasa (27/10) yang gagal menghasilkan mayoritas absolut memicu munculnya skenario pembagian kekuasaan antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemimpin oposisi Gadi Eisenkot. Kedua kubu politik terbesar tersebut dilaporkan enggan merangkul partai-partai Arab untuk membentuk pemerintahan baru di Knesset yang berkapasitas 120 kursi.

Skenario Rotasi Jabatan dan Syarat Pengampunan Hukum

Stasiun televisi Channel 14 mengabarkan adanya draf kesepakatan rotasi kepemimpinan yang menempatkan Netanyahu sebagai perdana menteri selama dua tahun pertama. Setelah periode tersebut berakhir, tampuk kekuasaan akan diserahkan kepada Eisenkot. Sebagai kompensasi atas kesediaan berbagi jabatan, Eisenkot disebut dituntut untuk mundur dari panggung politik sekaligus menerima syarat pengampunan penuh bagi Netanyahu terkait kasus korupsi yang telah menjeratnya selama bertahun-tahun.

Laporan yang sama menyebutkan bahwa Presiden Israel Isaac Herzog telah memediasi opsi ini selama dua tahun terakhir, jauh sebelum masa kampanye dimulai. Langkah mempertahankan posisi perdana menteri selama dua tahun awal oleh Netanyahu diklaim bertujuan agar ia bisa terus menjalin kerja sama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Skenario ini dinilai sebagai jalan keluar apabila komposisi kursi parlemen tidak berubah setelah seluruh suara rampung dihitung.

Bantahan Tegas Kantor Kepresidenan Israel

Kantor Presiden Isaac Herzog merespons cepat laporan tersebut dengan bantahan keras. Pihak kepresidenan menegaskan bahwa kabar mengenai kesepakatan rotasi kekuasaan itu merupakan "kebohongan total" dan menyatakan tidak pernah terlibat dalam spekulasi apa pun terkait proses penugasan pembentukan pemerintahan, sebagaimana dikutip oleh Middle East Monitor.

Pihak kepresidenan juga meluruskan kronologi resmi bahwa hasil final pemilu baru akan diserahkan kepada Herzog pada Rabu (4/11) pekan depan. Konsultasi dengan faksi-faksi parlemen baru akan digelar setelah penyerahan tersebut sesuai dengan kewenangan konstitusional presiden.

Peta Kekuatan Sementara dan Lonjakan Partisipasi Pemilih

Data pemungutan suara masih terus berjalan, termasuk penghitungan surat suara khusus dari kalangan tentara, tahanan, diplomat, serta pasien rumah sakit. Berikut adalah rincian perolehan kursi berdasarkan penghitungan sementara:

  • Blok pendukung Netanyahu meraih 53 kursi dari 85 persen suara yang telah dihitung, tidak termasuk surat suara khusus.
  • Blok oposisi pimpinan Eisenkot melalui Partai Yashar mengamankan 48 kursi.
  • Partai-partai Arab mengumpulkan total 19 kursi.
  • Tingkat partisipasi pemilih melonjak menjadi 77,7 persen, naik 7,1 poin persentase dibandingkan pemilu 2022, sekaligus mencatatkan angka tertinggi sejak 1999 menurut Komite Pemilihan Pusat Israel.

Dengan distribusi kursi tersebut, belum ada satu pun blok yang mencapai ambang batas 61 kursi untuk menguasai parlemen. Situasi kebuntuan ini terjadi di tengah tekanan hukum berlapis terhadap Netanyahu, mulai dari persidangan atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan penyalahgunaan kepercayaan, hingga surat perintah penangkapan yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza. Netanyahu sendiri telah memimpin pemerintahan sayap kanan yang secara luas dinilai sebagai salah satu kabinet paling ekstrem dalam sejarah Israel sejak akhir 2022.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸