Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

150 Ribu Anak Muda Jerman Siap Turun ke Jalan, Toko Mewah Berlindung Papan Kayu

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia & CNN Internasional
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

150 Ribu Anak Muda Jerman Siap Turun ke Jalan, Toko Mewah Berlindung Papan Kayu
BAGIKAN:

Ratusan ribu pemuda di berbagai kota besar Eropa bersiap menggelar aksi protes massal pada Sabtu (31/10/2026) untuk menolak kebijakan pemotongan anggaran pendidikan dan wacana pengaktifan kembali wajib militer. Guna mengantisipasi potensi perusakan yang sempat mewarnai unjuk rasa serupa di negara tetangga, sejumlah gerai komersial di Jerman hingga Prancis langsung memblokade jendela mereka menggunakan papan pelindung.

Pusat Protes dan Langkah Antisipasi

Gerakan yang dimotori kelompok Gen Z regelt! atau bermakna "Gen Z bisa mengatasinya!" ini telah mengumpulkan sekitar 150 ribu pendaftar peserta aksi yang tersebar di kurang lebih 30 kota di Jerman, mencakup Berlin, Frankfurt, dan Cologne. Pihak kepolisian setempat merespons dengan menyiagakan ribuan petugas tambahan di berbagai titik rawan. Di sisi lain, para pemilik usaha tidak tinggal diam; gerai perhiasan mewah seperti Bvlgari di Berlin sudah dipasangi penutup kayu sejak Jumat.

  • Sekitar 150 ribu orang terdaftar mengikuti demonstrasi di 30 kota Jerman pada 31/10/2026.
  • Toko-toko di Berlin dan Frankfurt memasang papan pelindung untuk mencegah penjarahan.
  • Kepolisian Prancis mengerahkan 70 ribu personel dan menutup lebih dari 40 stasiun metro Paris.
  • Aksi protes menuntut pembatalan wacana wajib militer serta penambahan dana renovasi kampus.

Meskipun pihak penyelenggara menjamin jalannya aksi berlangsung damai dan aparat keamanan belum menemukan indikasi ancaman kekerasan, langkah pengamanan tetap diperketat. Kekhawatiran pelaku usaha sangat beralasan mengingat rentetan demonstrasi anak muda di beberapa wilayah Eropa belakangan ini kerap berujung pada bentrokan dan perusakan fasilitas publik.

Tuntutan Pendidikan dan Penolakan Wajib Militer

Para mahasiswa menuding pemerintahan Kanselir Friedrich Merz mengabaikan aspirasi mereka terkait mahalnya biaya hidup. Alih-alih memberikan solusi, pemerintah justru dianggap terus memangkas alokasi belanja negara yang berdampak langsung pada beban masyarakat. Isu rencana pemberlakuan kembali wajib militer menjadi salah satu pemicu utama kemarahan generasi muda tersebut.

Lina Friedrich (21), salah satu koordinator aksi di Berlin, menegaskan sikap penolakannya terhadap gagasan mewajibkan mahasiswa masuk barak militer setelah lulus kuliah. Ia menyatakan secara tegas bahwa kalangan pelajar sama sekali tidak menginginkan adanya peperangan.

Selain isu pertahanan, kerusakan infrastruktur akademik turut menjadi sorotan tajam. Sean Baker, mahasiswa Universitas Teknik Berlin yang tergabung dalam kelompok kampanye Campus Sanieren, menjelaskan bahwa standar fasilitas perkuliahan dan kualitas hidup mahasiswa terus merosot selama beberapa tahun terakhir. Kelompoknya mendesak otoritas terkait segera menyuntikkan dana ekstra guna merenovasi gedung-gedung kampus yang terbengkalai.

Siaga Tinggi di Prancis Berbarengan Halloween

Gelombang protes lintas negara ini juga memaksa Prancis meningkatkan status kewaspadaan setelah tiga pekan berturut-turut diguncang aksi serupa. Kementerian Dalam Negeri Prancis bahkan mengeluarkan peringatan tentang risiko gangguan ketertiban yang tergolong "sangat tinggi" sepanjang akhir pekan. Otoritas setempat melarang penggunaan penutup wajah selama demonstrasi berlangsung dan menyiapkan 70 ribu personel keamanan nasional.

Situasi kian rumit karena jadwal unjuk rasa berbarengan dengan perayaan Halloween. Presiden Kamar Dagang Prancis Alain Di Crescenzo mengungkapkan kecemasan para pelaku usaha yang berharap hari Sabtu segera terlewati tanpa insiden. Menurutnya, tradisi warga mengenakan topeng saat Halloween akan menyulitkan identifikasi massa dan memperumit situasi keamanan di lapangan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸