Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Pemerintah Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri, Nasib 148 Kargo LNG ke Singapura Dievaluasi

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Pemerintah Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri, Nasib 148 Kargo LNG ke Singapura Dievaluasi
BAGIKAN:

Pemerintah Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mengutamakan pasokan energi domestik sebelum mengalirkan gas alam cair (LNG) maupun gas pipa ke luar negeri. Pernyataan ini muncul menyusul langkah Jakarta yang sebelumnya telah memangkas pengiriman gas pipa ke Singapura sebesar 31 Mmscfd.

Skala Ekspor Gas dan Dugaan Praktik Perdagangan Ulang

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa evaluasi terhadap arus ekspor energi akan terus berjalan menyesuaikan kecukupan kebutuhan nasional. Ia menyatakan bahwa apabila pasokan di dalam negeri sudah terpenuhi secara memadai, pengiriman ke negara lain tetap dapat dilanjutkan. Penjelasan tersebut ia sampaikan saat ditemui di lingkungan Istana Negara pada Jumat (30/10/2026).

Bahlil merinci bahwa total volume gas pipa yang mengalir dari perairan Laut Natuna hingga Sumatra menuju Singapura mencapai 409,5 Mmscfd. Selain jalur pipa, aliran energi ke negara tetangga itu juga dilakukan melalui pengapalan LNG sebanyak 148 kargo. Volume masif tersebut, menurutnya, setara dengan 1.480 Mmscfd.

  • Pemangkasan ekspor gas pipa ke Singapura telah dilakukan sebesar 31 Mmscfd.
  • Total suplai gas pipa dari Laut Natuna hingga Sumatra mencapai 409,5 Mmscfd.
  • Pengiriman LNG tercatat sebanyak 148 kargo atau ekuivalen dengan 1.480 Mmscfd.

Terkait ratusan kargo LNG tersebut, Bahlil menyampaikan pandangannya bahwa tidak seluruh volume yang dikirim benar-benar dikonsumsi oleh Singapura. Ia menduga sebagian besar muatan tersebut dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan ulang guna diekspor kembali ke berbagai negara lain, meskipun ia mengakui ada porsi tertentu yang memang digunakan untuk kebutuhan konsumsi internal Singapura.

Pertemuan Diplomatik di Hambalang

Evaluasi kebijakan energi ini berlangsung tak lama setelah Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan melakukan kunjungan menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa hari sebelumnya. Ketika dimintai tanggapan mengenai agenda pertemuan diplomatik tersebut, Bahlil mengaku tidak mengetahui substansi pembicaraan karena ia tidak hadir di dalam ruangan.

Ia hanya menuturkan secara sepintas bahwa pejabat tinggi Singapura tersebut meminta waktu untuk menghadap kepala negara, dan permintaan itu dikabulkan oleh Presiden. Tidak ada rincian lebih lanjut yang ia berikan terkait apakah isu pemangkasan atau evaluasi ekspor energi turut menjadi topik dalam pertemuan tersebut.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ