Kemenko Pangan Benahi Rantai Pasok dan Teknologi Padi demi Wujudkan Swasembada

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Sumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Kemenko Pangan Benahi Rantai Pasok dan Teknologi Padi demi Wujudkan Swasembada
BAGIKAN:

Peringatan Hari Pangan Nasional pada Jumat (30/10/2026) menjadi momentum bagi Kementerian Koordinator Pangan untuk memaparkan cetak biru penyelarasan kebijakan lintas kementerian dan lembaga. Langkah ini difokuskan pada penguatan produksi pertanian, ekosistem usaha tani, serta optimalisasi penyerapan hasil panen guna mempercepat target swasembada dan kedaulatan pangan nasional.

Sinkronisasi Hulu-Hilir dan Inovasi Varietas Padi Unggul

Deputi II Kemenko Pangan, Widiastuti, menjelaskan bahwa penyelarasan kebijakan tersebut dirancang menyeluruh dari hulu hingga hilir. Cakupannya meliputi perencanaan produksi, distribusi, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan pembiayaan industri pertanian. Selain itu, pemerintah juga memastikan adanya kepastian pasar sekaligus memperkuat kelembagaan petani agar rantai pasok berjalan lebih solid.

Dari sisi teknologi budidaya, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi (BRMP Mektan), Amin Nur, menyoroti inovasi perakitan varietas padi yang telah diadopsi mayoritas petani di Indonesia. Varietas unggul ini diklaim memiliki sifat 'cerdas iklim' sehingga mampu bertahan menghadapi berbagai kendala spesifik, mulai dari ancaman kekeringan hingga kondisi lahan berair payau.

  • Kemenko Pangan menyelaraskan kebijakan lintas instansi dari tahap perencanaan produksi hingga penguatan pembiayaan industri pertanian.
  • BRMP Mektan mengembangkan varietas padi cerdas iklim yang tahan terhadap kekeringan dan air payau.
  • Terjadi ketimpangan stok pangan berupa surplus di Jawa dan Sumatra, sementara Sulawesi mengalami kekurangan pasokan.
  • Rumah Tani mengambil peran sebagai orkestrator rantai pasok untuk menghubungkan pusat produksi dengan pengguna akhir.

Tantangan Logistik dan Peran Orkestrator Rantai Pasok

Meski inovasi teknologi terus didorong, tantangan logistik masih menjadi hambatan utama dalam pemerataan pangan. Direktur Utama Rumah Tani, Bahtiar, mengungkapkan adanya ketidakseimbangan distribusi akibat surplus produksi yang menumpuk di wilayah Jawa dan Sumatra, sementara kawasan seperti Sulawesi justru mengalami defisit pasokan. Kondisi ini memicu desakan dari kalangan petani agar rantai distribusi diperkuat secara signifikan.

Menjawab persoalan tersebut, Rumah Tani menginisiasi perannya sebagai supply chain orchestrator. Strategi ini bertujuan menjembatani jalur pasok dari sentra-sentra produksi langsung kepada pengguna akhir. Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta sebuah ekosistem pangan yang kuat dan merata, sehingga hasil panen petani tidak hanya maksimal secara volume tetapi juga tersalurkan secara efisien ke seluruh pelosok negeri.

Pemaparan strategi komprehensif ini disampaikan dalam program khusus peringatan Hari Pangan Nasional bertajuk "Inovasi untuk Kedaulatan Pangan Indonesia" yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia. Dialog tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan utama, termasuk Widiastuti, Amin Nur, dan Bahtiar, untuk membedah langkah-langkah strategis menuju ketahanan pangan nasional.

Meow! Tanya Nesi!
😸