FTC Korea Selatan Denda Samsung Rp272,3 Miliar atas Iklan Performa Gaming Menyesatkan

Teknologi
Kevin SanjayaKevin Sanjaya
Sumber: CNN Teknologi
Kevin Sanjaya
Kevin Sanjaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

FTC Korea Selatan Denda Samsung Rp272,3 Miliar atas Iklan Performa Gaming Menyesatkan
BAGIKAN:

Komisi Pengawasan Usaha (FTC) Korea Selatan resmi menjatuhkan sanksi finansial sebesar US$15 juta atau setara dengan Rp272,3 miliar kepada Samsung. Sanksi ini dijatuhkan karena regulator menilai perusahaan telah melakukan praktik pemasaran yang menyesatkan terkait kemampuan bermain gim pada beberapa lini produk andalannya. Keputusan ini menandai penutupan kasus yang telah berlangsung selama empat tahun, sejak konsumen pertama kali menyadari adanya kesenjangan antara janji performa di iklan dan realitas penggunaan perangkat.

Mekanisme GOS Dinilai Menghalangi Performa Maksimal

FTC menyoroti iklan untuk seri Galaxy S21, Galaxy S22, dan Galaxy Tab S8 yang mempromosikan pengalaman gaming kelas premium. Dalam materi promosinya, Samsung menonjolkan spesifikasi teknis seperti prosesor, kapasitas memori 8GB hingga 12GB, penyimpanan data 128GB hingga 512GB, konektivitas 5G, serta layar dengan refresh rate 120Hzz. Namun, FTC menemukan bahwa performa tersebut terhalang oleh layanan bawaan bernama Game Optimizing Service (GOS). Sistem ini secara otomatis menerapkan pembatasan pada CPU dan GPU setiap kali gim tertentu dijalankan, tanpa menunggu perangkat mencapai ambang suhu kritis seperti pada praktik thermal throttling umum. Regulator menilai bahwa GOS yang tidak dapat dihapus oleh pengguna ini mengganggu keputusan pembelian rasional konsumen.

  • Denda Total: 20,1 miliar won (setara US$15 juta atau Rp272,3 miliar).
  • Produk Terkait: Galaxy S21, Galaxy S22, dan Galaxy Tab S8.
  • Isu Utama: Pembatasan kinerja otomatis oleh GOS yang tidak diungkapkan secara detail dalam iklan.

Respons Hukum dan Argumen Samsung

Menanggapi sanksi tersebut, Samsung menyatakan penentangan melalui jalur hukum. Perusahaan berargumen bahwa langkah penerapan GOS bertujuan menjaga stabilitas performa perangkat agar gim dapat berjalan secara andal dalam durasi yang lebih lama. Dalam pernyataan kepada Seoul Economic Daily, Samsung menegaskan bahwa tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan konsumen mengalami kerugian akibat iklan tersebut. Perusahaan berkomitmen untuk terus menyampaikan posisinya secara aktif melalui proses hukum selanjutnya, sementara FTC tetap berpegang pada pandangan bahwa kegagalan mengungkap detail GOS merupakan pelanggaran terhadap undang-undang periklanan Korea Selatan.

Meow! Tanya Nesi!
😸