Kubu Netanyahu dan Eisenkot Gagal Raih Mayoritas, Koalisi Israel Terancam Macet

Selebriti
Rio DewantoRio Dewanto
Sumber: KapanLagi & CNN Internasional
Rio Dewanto
Rio Dewanto
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Kubu Netanyahu dan Eisenkot Gagal Raih Mayoritas, Koalisi Israel Terancam Macet
BAGIKAN:

Proses pembentukan pemerintahan baru di Israel menghadapi jalan buntu setelah hasil penghitungan suara pemilihan umum menunjukkan tidak ada satu pun blok politik yang mampu meraih ambang batas mayoritas 61 kursi di Knesset. Hingga Kamis (29/10), dengan lebih dari 99 persen suara telah dihitung, kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu hanya mengamankan 53 kursi, sementara blok oposisi yang dipimpin mantan panglima militer Gadi Eisenkot memperoleh 48 kursi. Kekosongan mayoritas ini memaksa para politisi untuk segera menjajaki opsi koalisi lintas blok guna menghindari kekosongan kekuasaan.

Dinamika Koalisi dan Peran Partai Arab

Partai-partai Arab memegang peran krusial dalam situasi ini dengan menguasai 19 kursi, jumlah tertinggi yang pernah mereka raih dalam sejarah pemilu Israel. Fakta ini menciptakan dilema strategis bagi Eisenkot, yang sebelumnya berjanji tidak akan bersekutu dengan partai-partai Palestina-Israel. Namun, tanpa dukungan partai Arab, blok oposisi tidak memiliki cukup kursi untuk melengserkan pemerintahan Netanyahu. Ketegangan ini terlihat dari pertemuan Eisenkot dengan Netanyahu untuk membahas pembentukan pemerintahan "secepat mungkin", serta pertemuan terpisah dengan Yair Golan, satu-satunya anggota aliansi Eisenkot yang mendukung kerja sama dengan partai Arab.

  • Kursi Netanyahu: 53 kursi di Knesset.
  • Kursi Eisenkot: 48 kursi di Knesset.
  • Kursi Partai Arab: 19 kursi (rekor tertinggi).
  • Ambang Batas Mayoritas: 61 kursi.

Konteks Pasca-Serangan dan Jadwal Pengesahan

Pemilu yang berlangsung pada Selasa (27/10) ini menandai pemilihan pertama sejak serangan kelompok milisi Hamas pada 7 Oktober 2023 dan dimulainya agresi militer ke Jalur Gaza. Hasil akhir pemilu dijadwalkan disahkan dan diumumkan paling lambat pada Rabu (4/11) pekan depan. Yair Golan, ketua Partai Demokrat, menyerukan agar para pemimpin tidak melewatkan kesempatan untuk perubahan demi menyelamatkan Israel, sementara koresponden Al Jazeera, Nour Odeh, mencatat bahwa Eisenkot menghadapi tantangan berat dalam negosiasi koalisi di tengah polarisasi politik yang tajam.

Meow! Tanya Nesi!
😸