Kemenperin Dorong Penguatan Industri Komponen EV Pasca Lonjakan Pasar 16,88 Persen

Otomotif
Raka MahendraRaka Mahendra
Sumber: CNN Otomotif
Raka Mahendra
Raka Mahendra
Jurnalis Otomotif

Pakar modifikasi kendaraan dan tren pasar motor di Asia Tenggara.

Kemenperin Dorong Penguatan Industri Komponen EV Pasca Lonjakan Pasar 16,88 Persen
BAGIKAN:

Industri otomotif nasional menghadapi pergeseran struktural signifikan seiring melonjaknya adopsi kendaraan listrik berbasis baterai. Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menegaskan bahwa pertumbuhan populasi kendaraan listrik yang menembus lebih dari 500 ribu unit per 2026 menuntut percepatan pendalaman struktur manufaktur dalam negeri. Fokus utama pemerintah kini bukan sekadar menjadi pasar konsumen, melainkan penguatan rantai pasok komponen lokal agar industri elektrifikasi memiliki kontribusi nyata dalam ekosistem produksi nasional.

Lonjakan Pasar dan Pergeseran Pangsa

Dalam pembukaan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Jakarta International Expo, Kemayoran, pada Kamis, 29 Oktober hingga 1 November 2026, Setia mengungkapkan data terkini yang menunjukkan percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi. Populasi kendaraan listrik, yang mencakup segmen roda dua, roda tiga, roda empat, komersial, hingga kendaraan khusus, tercatat mencapai 541.000 unit hingga Agustus 2026. Tren ini menandai transformasi pasar yang drastis, terutama pada segmen mobil penumpang listrik.

  • Pangsa pasar mobil listrik melonjak tajam dari 0,99 persen pada 2022 menjadi 16,88 persen pada Agustus 2026.
  • Sesuai data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik periode Januari-September 2026 tumbuh 113,7 persen menjadi 117.218 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
  • Peningkatan ini mengindikasikan bahwa kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) mulai tergantikan oleh kendaraan beremisi rendah, khususnya berbasis baterai.

Dorongan Penguatan Industri Dalam Negeri

Setia memandang pencapaian statistik tersebut sebagai momentum krusial bagi iklim otomotif nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa ekspansi pasar harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas industri lokal. Strategi ini bertujuan untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam rantai nilai kendaraan listrik global melalui produksi komponen di dalam negeri.

Meow! Tanya Nesi!
😸