Kedua Kubu Gagal Raih Mayoritas, Masa Depan Pemerintahan Israel Terantung di Tangan Presiden
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Hasil penghitungan awal menunjukkan kebuntuan politik di Israel, di mana blok koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu maupun koalisi oposisi pimpinan Gadi Eisenkot sama-sama tidak mampu mengamankan mayoritas suara yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan. Menurut proyeksi dari Channel 12 dan Ynet berdasarkan data 90 persen suara terhitung, blok Netanyahu diprediksi merampas 53 kursi parlemen, turun signifikan dari 68 kursi yang diraih pada periode sebelumnya. Di sisi lain, blok oposisi meraih keunggulan kuantitatif dengan total 67 kursi, namun kekuatan tersebut tersebar di tengah fragmentasi ideologis antara sayap kanan, kiri, tengah, serta perbedaan demografis antara partai Yahudi dan Arab.
Komposisi Kursi dan Kompleksitas Pembentukan Koalisi
Meski blok oposisi unggul secara jumlah kursi, Eisenkot menghadapi tantangan struktural karena partainya, Yashar, hanya diproyeksikan meraup 21 kursi. Untuk mencapai angka mayoritas di parlemen Knesset, Eisenkot secara matematis membutuhkan aliansi dengan partai-partai Arab yang total proyeksi kursinya mencapai 19 kursi. Kondisi ini menciptakan dinamika politik yang rumit, terutama mengingat posisi Netanyahu yang tetap mengungguli partai tunggal terbesar. Kedua pemimpin belum menyatakan klaim kemenangan mutlak, melainkan saling menegaskan legitimasi dari basis pemilih mereka masing-masing.
- Blok Netanyahu diproyeksikan unggul secara kualitas dengan 53 kursi, namun kurang dari syarat mayoritas absolut.
- Blok oposisi memegang 67 kursi secara total, namun terpecah ke dalam berbagai spektrum ideologis dan demografis.
- Partai Yashar (Eisenkot) diprediksi memiliki 21 kursi, membutuhkan dukungan 19 kursi dari partai Arab untuk formasi pemerintah.
Mekanisme Penunjukan PM oleh Presiden dan Respons Para Pemimpin
Setelah hasil resmi ditetapkan, proses politik akan beralih ke Presiden Israel Isaac Herzog. Presiden akan memulai putaran konsultasi dengan partai-partai terpilih untuk menerima rekomendasi nama calon perdana menteri, yang kemudian akan ditugaskan untuk membentuk kabinet. Aturan ini memberikan kewenangan pada Herzog untuk menugaskan calon yang tidak harus berasal dari partai berperingkat pertama, membuka peluang negosiasi lintas partai. Di Yerusalem, Netanyahu menyatakan rasa terima kasih atas kepercayaan pemilih dan menekankan pentingnya membentuk pemerintahan nasional sayap kanan yang kuat, sembari menantang aliansi dengan partai Arab. Sebaliknya, dari Tel Aviv, Eisenkot mengklaim rakyat telah memilih perubahan dan menolak perpanjangan jabatan Netanyahu, dengan posisi bahwa koalisi sebelumnya telah kehilangan kepercayaan publik.


