Komdigi Sarankan Masyarakat Banding ke Platform Jika Dugaan Shadowban Terjadi

Teknologi
Reza AdityaReza Aditya
Sumber: CNN Teknologi
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Komdigi Sarankan Masyarakat Banding ke Platform Jika Dugaan Shadowban Terjadi
BAGIKAN:

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan panduan bagi masyarakat yang merasa kontennya mengalami penurunan jangkauan, yang sering dikaitkan dengan praktik shadowban. Pihak kementerian menegaskan bahwa mekanisme pengaduan dan banding harus dilakukan langsung melalui jalur yang disediakan oleh masing-masing platform media sosial, bukan melalui Komdigi.

Kewenangan Moderasi dan Peran Algoritma

Direktur Kemitraan Komunikasi dan Lembaga dan Kehumasan Komdigi, Marolli Jeni Indrarto, menjelaskan bahwa sistem rekomendasi serta moderasi konten sepenuhnya berada di bawah pengelolaan dan kewenangan platform. Oleh karena itu, keluhan terkait jangkauan konten atau keputusan moderasi menjadi tanggung jawab operator platform melalui mekanisme internal yang mereka miliki. Marolli tidak secara langsung mengonfirmasi bahwa penurunan jangkauan yang dialami pengguna merupakan bukti pasti adanya shadowban, melainkan menekankan bahwa kondisi tersebut dapat diklaim oleh pengguna jika mereka merasa konten kritik atau pendapatnya tidak lagi menjangkau pengikut atau audiens secara normal.

  • Kewenangan Platform: Sistem rekomendasi dan moderasi konten dikelola oleh platform, sehingga penanganan keluhan adalah kewenangan mereka.
  • Fokus Komdigi: Kementerian berfokus pada penanganan pelanggaran hukum dan risiko penyebaran disinformasi di masyarakat.
  • Hak Pengguna: Masyarakat berhak mengetahui kejelasan mekanisme algoritma yang memengaruhi distribusi informasi.

Desakan Transparansi dan Literasi Kritis

Selain mengedukasi pengguna, Marolli turut mendorong agar platform meningkatkan transparansi dalam menjalankan proses bisnis, khususnya terkait penggunaan algoritma. Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak memahami bagaimana algoritma memengaruhi informasi yang mereka terima, sekaligus menyadari peran perilaku pengguna dalam mengonsumsi media sosial. Komdigi mengingatkan bahwa konten yang muncul di media sosial tidak selalu mencerminkan kondisi sosial secara utuh karena algoritma memilih dan merekomendasikan konten berdasarkan aktivitas, minat, serta interaksi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk bersikap kritis dengan melakukan check dan recheck sebelum memercayai atau menyebarkan informasi.

Marolli menutup penjelasannya dengan menegaskan komitmen Komdigi dalam mewujudkan ruang digital Indonesia yang terhubung, tumbuh, dan terjaga. Hal ini ditujukan agar masyarakat dapat mengakses informasi, memanfaatkan teknologi untuk berinovasi, serta tetap terlindungi hak, keamanan, dan kepentingannya.

Meow! Tanya Nesi!
😸