Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Wakil Wali Kota Jakpus: Patriotisme Modern Dilancarkan lewat Ilmu dan Kejujuran

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Wakil Wali Kota Jakpus: Patriotisme Modern Dilancarkan lewat Ilmu dan Kejujuran
BAGIKAN:

Eric PZ Lumbun, Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, menegaskan bahwa esensi kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari infrastruktur atau teknologi, melainkan dari karakter individunya yang memancarkan kecintaan tanah air serta kepedulian terhadap sesama. Pernyataan ini didengungkan dalam rangkaian upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu, sebagai pengingat bahwa semangat juang harus tetap hidup dalam diri generasi penerus, bukan sekadar dikenang sebagai peristiwa historis.

Evolusi Perjuangan: Dari Bambu Runcing ke Kejujuran

Eric menarik garis kontras antara perjuangan pemuda 1928 yang berfokus pada persatuan untuk merdeka dengan tantangan saat ini. Menurutnya, medan pertempuran kini telah bergeser; alih-alih mengangkat senjata fisik, pemuda hari ini dituntut untuk 'mengangkat' ilmu pengetahuan, kerja keras, dan integritas. Meskipun instrumen perjuangan berbeda, tujuan akhirnya tetap satu: menjaga keberlangsungan dan kekuatan Indonesia di tengah dinamika zaman.

  • Peringatan ke-98 Sumpah Pemuda dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jakpus di kantor pemerintahan setempat.
  • Nilai patriotisme modern didefinisikan sebagai tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan retorika.
  • Eric optimis bahwa meski dunia bergerak cepat dan penuh tekanan, kualitas tangguh dan jujur masih melekat pada anak muda Indonesia di setiap wilayah.

Ajakan di Tengah Zaman yang Pesat

Tidak adanya keberanian untuk berkontribusi dianggap sebagai ancaman yang harus dihindari di era saat ini. Eric mengingatkan bahwa ketepatan waktu dan kecepatan perubahan global tidak boleh melumpuhkan moralitas. Ia meyakinkan hadirin bahwa pada setiap sudut negeri, terdapat potensi besar dari para pemuda yang siap mengabdi dengan cara yang benar, menjadikan kejujuran dan gigih sebagai fondasi utama kontribusi mereka terhadap negara.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸