Sinergi Regional: Singapura dan Malaysia Perkuat Dukungan Atasi Karhutla Indonesia
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pemerintah Singapura dan Malaysia secara bersamaan menunjukkan komitmen tinggi untuk membantu Indonesia menangani darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan fokus pada kerja sama teknis serta dukungan sumber daya manusia. Menlu Singapura Vivian Balakrishnan secara khusus memberikan penghormatan kepada ribuan personel tanggap darurat Indonesia yang bekerja di kondisi berbahaya, sementara pemerintah Malaysia menawarkan instrumen operasional berupa pesawat dan helikopter untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Dukungan Operasional dan Apresiasi Singapura
Dalam konferensi pers bersama Menlu Arrmanatha Nasir di Gedung Palapa, Selasa (27/10), Vivian Balakrishnan menyoroti upaya pemerintah Indonesia yang telah mengerahkan ribuan personel, melakukan water bombing, dan menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC). Ia mengakui adanya risiko yang dihadapi petugas, termasuk adanya cedera saat bertugas, dan berharap kedua negara dapat bekerja sama mengingat dampak kabut asap yang telah menyebabkan indeks kualitas udara di Singapura masuk kategori tidak sehat.
- Singapura mengapresiasi dedikasi petugas garis depan Indonesia dan mendukung penanganan terpadu lintas negara.
- Kerja sama difokuskan pada penyelamatan kesehatan warga kedua negara dari paparan asap.
Tawaran Teknis Malaysia dan Data Operasi Terkini
Paralel dengan dukungan Singapura, Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi menerima tawaran dari Duta Besar Malaysia Muzafar Shah Mustafa. Bantuan yang dijanjikan mencakup satu pesawat amfibi CL-415MP, satu helikopter Mi-171, serta 44 personel pendukung. Tawaran ini menjadi bagian dari upaya menjajaki kerja sama teknologi, mulai dari deteksi dini, analisis data, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kendali operasi tetap berada di Pemerintah Indonesia, dengan koordinasi teknis yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri melalui badan penanggulangan bencana Malaysia, NADMA.
Secara kuantitatif, data operasi per 25/10 menunjukkan penggerakkan skala besar untuk merespons kondisi tersebut. Total 71.878 personel darat telah dikerahkan di wilayah terdampak, didukung 63 armada udara yang terdiri dari 39 helikopter water bombing dan 24 pesawat untuk patroli serta operasi modifikasi cuaca yang dikordinasikan bersama BMKG.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Indonesia Desak Rusia Hentikan Rekrutmen WNI sebagai Tentara Bayaran, Satu Warga Sudah Tewas

Mamdani Kecam Haley Stevens: Dukungan Kandidat Republik Jadi Pengkhianatan Kelas Pekerja

Trump dan Netanyahu Bahas Serangan Iran di Tengah Penurunan Populeritas Politik Keduanya
