Mamdani Kecam Haley Stevens: Dukungan Kandidat Republik Jadi Pengkhianatan Kelas Pekerja
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Zohran Mamdani, Wali Kota New York City, melancarkan kritik tajam terhadap Haley Stevens, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Partai Demokrat, usai politikus tersebut menyatakan dukungan kepada Mike Rogers, kandidat Senat dari Partai Republik. Dalam pernyataan publiknya, Mamdani menilai keputusan Stevens sebagai tindakan berkhianat terhadap kepentingan mendasar masyarakat kelas pekerja yang kini sedang dipertaruhkan di pemilu.
Tuduhan Pengkhianatan dan Dampak bagi Kelas Pekerja
Mamdani secara terbuka mengecam langkah Stevens melalui platform media sosial X, menuduh bahwa dukungan itu mengabaikan kebutuhan vital warga, seperti akses perawatan kesehatan, stabilitas sewa rumah, dan kemampuan membayar tagihan. Menurutnya, langkah ini bertentangan dengan posisi ideal seorang anggota Demokrat yang seharusnya melawannya dalam pemilihan, bukan justru mendukung kandidat dari partai oposisi. Pernyataan tegas ini menegaskan pandangan bahwa integritas politik harus sejalan dengan perlindungan hak-hak ekonomi masyarakat akar rumput.
Pandangan Sekutu Politik dan Konteks Nasional
Kekhawatiran serupa juga diutarakan oleh Brad Lander, kandidat Partai Demokrat untuk Distrik Kongres ke-10 New York sekaligus sekutu politik Mamdani. Lander mendefinisikan keputusan Stevens sebagai kombinasi dari rasa kecewa akibat kalah dalam pemilihan pendahuluan yang bercampur dengan sentimen Islamofobia. Ia mengkhawatirkan keputusan ini akan mengancam berbagai isu sensitif seperti hak sipil, kebebasan reproduksi, dan perlindungan imigran, sekaligus membuka jalan bagi Partai Republik untuk mempertahankan kendali atas Senat AS.
Lander juga mengkritik keras alasan yang dikemukakan Stevens, yaitu klaim bahwa dukungannya bertujuan untuk kepentingan komunitas Yahudi di Michigan. Dengan menyandarkan diri pada identitasnya sebagai seorang Zionis liberal, Lander menilai klaim tersebut tidak hanya salah, tetapi juga bersifat merendahkan dan aneh. Tuduhan ini menambah dimensi sengketa ideologis dalam diskursus politik internal partai Demokrat yang kini terbagi tajam.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Senjata 'Pasukan Lula': Strategi Gerilya Media Sosial yang Membalikkan Arah Pilpres Brasil

Gebrakan Global: 33 Negara Perintahkan Warga Stok Bahan Darurat Hadapi Ancaman Siber dan Cuaca

Guncangan Ganda India: Siklon Murasu Ancam Pemulihan Pasca-Arnab, 30.000 Warga Dievakuasi
