Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Era Vucic Berakhir: Gerakan Mahasiswa Serbia Hadapi Ujian Kritis Mengelola Pemerintahan Nasional

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Era Vucic Berakhir: Gerakan Mahasiswa Serbia Hadapi Ujian Kritis Mengelola Pemerintahan Nasional
BAGIKAN:

Kemenangan bersejarah gerakan mahasiswa Serbia dalam pemilu Minggu (25/10/2026) menandai berakhirnya dominasi Aleksandar Vucic yang telah lama berkuasa. Puluhan ribu warga turun ke jalan untuk merayakan tumbangnya pengaruh pemimpin lama tersebut, sekaligus menutup rangkaian protes damai yang telah berlangsung selama dua tahun. Namun, perayaan di jalanan segera diiringi oleh pertanyaan mendesak: bagaimana kelompok tanpa pemimpin tunggal ini akan menerjemahkan mandat elektoral menjadi kebijakan yang efektif, mengingat pengalaman mereka dalam menjalankan pemerintahan sangat minim?

Dinamika Politik dan Agenda Reformasi

Gerakan ini bermula dari tuntutan pertanggungjawaban atas runtuhnya kanopi stasiun kereta api di Novi Sad pada 2024 yang menewaskan 16 orang. Para aktivis kemudian merangkul 250 kandidat dari latar belakang beragam, termasuk akademisi, dokter, dan petani, untuk mewakili aspirasi mereka di parlemen. Agenda utama yang digariskan meliputi pemberantasan korupsi melalui pembenahan lembaga negara, non-pengakuan terhadap Kosovo, serta inisiasi referendum mengenai keanggotaan Serbia di Uni Eropa (UE).

  • Analisis Teneo Global Research: Menang besar diprediksi memicu perubahan kelembagaan signifikan dalam supremasi hukum, namun diwarnai perlawanan birokrasi dan minimnya pengalaman manajerial gerakan.
  • Figur Kunci: Ilija Srdanovic (ahli jantung), Dejan Soskic (mantan Gubernur Bank Sentral), dan Radomir Sajcic (profesor Beograd) menjadi wajah menonjol, meski posisi kementerian mereka belum final.
  • Dinamika Parlemen: Konstitusi memberi waktu 90 hari untuk membentuk kabinet; tantangan terbesar adalah menyepakati arah kebijakan demi mempertahankan mayoritas legislatif.

Tantangan Ekonomi, Utang, dan Geopolitik

Stabilitas politik Serbia, perekonomian terbesar di Balkan Barat, kini bergantung pada keberhasilan para figur ini memperbaiki ekonomi, memberantas korupsi, dan mengelola hubungan eksternal yang rumit. Waktu menjadi faktor krusial karena pemerintah baru harus mengesahkan anggaran sebelum akhir tahun di tengah lonjakan utang publik dan swasta. Pengacara Beograd, Bozo Prelevic, menyebut proses "detoksifikasi" lembaga negara sangat diperlukan setelah 14 tahun era Vucic, dengan peringatan bahwa partai lama akan menjadi oposisi yang kuat.

Dalam kancah internasional, perubahan ini mendapat respons dari berbagai pihak. Rusia, yang tetap diposisikan sebagai mitra strategis dan pelindung historis oleh Jovo Bakic, menjaga hubungan tanpa menjatuhkan sanksi. Sebaliknya, pejabat Uni Eropa menyatakan kesiapan mendukung pemberantasan korupsi, sementara Ukraina turut memonitor perkembangan ini mengingat relevansi pasokan senjata dari Serbia dalam konflik berkepanjangan dengan Rusia.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ