China Siapkan Standar Keselamatan Baru, Layar Besar Mobil Listrik Terancam Dilarang

Otoritas China tengah menyusun regulasi keselamatan yang berpotensi mengubah drastis desain interior kendaraan listrik modern. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) mengusulkan serangkaian standar ketat untuk membatasi penggunaan layar infotainment berukuran besar serta berbagai fitur kabin canggih yang dianggap dapat memecah fokus pengemudi saat berkendara.
Uji Ketahanan dan Potensi Pelarangan Layar
Berdasarkan pemberitahuan resmi yang dirilis Selasa (27/10), setiap unit layar besar di dalam kabin wajib melewati serangkaian evaluasi menyeluruh sebelum boleh dipasarkan. Pengujian tersebut mencakup aspek keselamatan pengemudi, daya tahan komponen saat terjadi benturan, hingga keandalan perangkat ketika beroperasi pada kondisi ekstrem. Apabila hasil penilaian menunjukkan bahwa dimensi atau fungsi layar terlalu mengganggu konsentrasi, regulator berwenang melarang peredarannya.
Rencana pembatasan ini tidak hanya menyasar panel utama. Pemerintah China turut mengusulkan pelarangan penggunaan layar fleksibel maupun layar lipat di dalam kendaraan. Meskipun belum ada mobil produksi massal di negara tersebut yang mengadopsi teknologi layar lipat, langkah antisipatif ini diambil setelah perusahaan teknologi BOE mendemonstrasikan prototipe layar lengkung pada awal tahun ini.
Fitur Populer Lain Ikut Masuk Daftar Pengawasan
Langkah pengetatan MIIT juga merambah sejumlah inovasi kenyamanan dan personalisasi yang selama ini gencar ditawarkan produsen otomotif. Berikut adalah rincian fitur yang masuk dalam usulan pengawasan:
- Penggunaan kursi zero gravity—yang memiliki sandaran kaki dan kemampuan merebah secara penuh—berpotensi dilarang diaktifkan selama kendaraan sedang melaju.
- Perintah suara untuk mengoperasikan fungsi vital seperti menyalakan lampu depan, membuka pintu, serta membuka kap mesin diusulkan untuk ditiadakan demi alasan keamanan.
- Lampu LED siang hari (daytime running lights) dengan pola pencahayaan hasil modifikasi pengguna akan masuk daftar larangan.
Selain itu, rancangan kebijakan ini menegaskan kembali perhatian regulator terhadap pentingnya keberadaan tombol fisik, menyusul sorotan sebelumnya terhadap risiko gagang pintu elektronik pada mobil listrik.
Tenggat Waktu Kepatuhan dan Sanksi Penarikan
Apabila usulan regulasi ini disahkan, seluruh kendaraan baru yang diproduksi mulai 1 Januari 2027 harus memenuhi standar keselamatan tersebut. Bagi model kendaraan yang sudah terlanjur beredar di jalan, pabrikan diberikan masa transisi penyesuaian hingga 1 Juli 2027. Kendaraan yang gagal memenuhi ketentuan dan dinilai membawa risiko keselamatan menghadapi konsekuensi berupa penarikan kembali (recall) atau penghentian jalur produksi secara paksa.
Meski demikian, dokumen yang beredar saat ini masih berstatus usulan yang tengah dikaji oleh otoritas terkait. Bentuk final dari penerapan aturan ini, termasuk nasib layar infotainment raksasa yang telah menjadi identitas visual banyak mobil listrik buatan China, belum dapat dipastikan kelanjutannya.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

AISI Dorong Konsep Multiteknologi, Solusi Nyata Di Tengah Kendala Motor Listrik di Indonesia

Polisi Gencar Kejar Pengendara Knalpot Brong, Ancam Pidana Kurungan Sebulan dan Denda

Veda Ega Naik ke Posisi Ketujuh Klasemen Moto3 2026 Usai Podium di Malaysia
