Kombinasi Dry Ice dan NaCl Jadi Andalan Pemerintah Bongkar Lapisan Asap Karhutla

Teknologi
Fitriani NingsihFitriani Ningsih
Sumber: CNN Teknologi & KapanLagi
Fitriani Ningsih
Fitriani Ningsih
Jurnalis Siber

Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

Kombinasi Dry Ice dan NaCl Jadi Andalan Pemerintah Bongkar Lapisan Asap Karhutla
BAGIKAN:

Pemerintah Indonesia menerapkan strategi ganda dalam operasi modifikasi cuaca untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang diperparah oleh fenomena El Nino serta IOD pada musim kemarau tahun ini. Pendekatan tersebut memadukan penggunaan dry ice guna mengurai kepekatan asap dengan penyemaian natrium klorida (NaCl) untuk memicu turunnya hujan di sejumlah wilayah terdampak.

Mekanisme Ilmiah Membongkar Jebakan Asap

Kebakaran hutan menghasilkan kepulan asap tebal yang menghalangi sinar matahari, sehingga menghambat penguapan air dan pembentukan awan hujan. Kondisi ini diperburuk oleh lapisan inversi, yakni udara panas di atmosfer yang menjebak asap pada ketinggian 6.000 sampai 7.000 kaki. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa tim terlebih dahulu meluncurkan radiosonde untuk memetakan profil suhu dan tekanan udara secara presisi sebelum menentukan titik penyemaian.

Setelah posisi lapisan inversi teridentifikasi, petugas menyebarkan dry ice untuk mendinginkan area tersebut. Proses pendinginan ini melancarkan sirkulasi udara dan mendorong asap naik sehingga kepekatannya berkurang. Ketika cahaya matahari kembali menembus permukaan bumi, penguapan air meningkat dan membuka peluang terbentuknya awan hujan.

  • Pengukuran radiosonde digunakan untuk memetakan suhu, tekanan udara, dan lokasi pasti lapisan inversi sebelum penyemaian dilakukan.
  • Penyebaran dry ice berfungsi mendinginkan lapisan inversi agar asap karhutla tidak terperangkap di bawah ketinggian 6.000 sampai 7.000 kaki.
  • Material NaCl disemai setelah asap menipis untuk mempercepat penggabungan uap dan butiran air menjadi hujan.

Dampak Nyata di Lapangan

Begitu lapisan inversi berhasil terbuka, BMKG langsung menyusul dengan penyemaian garam atau NaCl. Material ini bekerja membantu proses penggabungan uap dan butiran air agar hujan lebih cepat turun pada kondisi awan tertentu. Faisal mengklaim metode kombinasi tersebut telah membuahkan hasil berupa hujan berintensitas tinggi di Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Tri Handoko Seto menambahkan bahwa intervensi menggunakan dry ice dalam beberapa hari pelaksanaan menunjukkan perbaikan jarak pandang di kawasan terdampak. Ia merujuk pada kondisi di Palembang yang mulai pulih sebagai salah satu bukti efektivitas langkah mitigasi bencana berbasis ilmiah tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
😸