Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Kupang Pagi Ini, Pusat Gempa Berada di Laut

Bencana
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Kupang Pagi Ini, Pusat Gempa Berada di Laut
BAGIKAN:

Kota Kupang dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,8 pada Senin (26/10/2026) pagi. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan tersebut terjadi tepat pada pukul 06:59:22 WIB, saat sebagian besar masyarakat sedang memulai aktivitas pagi hari.

Pusat gempa tercatat berada di koordinat 41 kilometer arah barat laut (WNW) dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lokasi episenter yang berada di perairan lepas pantai ini mengindikasikan bahwa sumber gempa berasal dari zona deformasi dasar laut. Meskipun berkekuatan moderat, getaran dilaporkan cukup terasa oleh warga pesisir Kupang dan beberapa wilayah penyangga di sekitarnya selama beberapa detik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat peristiwa seismik tersebut. Pihak BMKG terus memantau pergerakan seismik di wilayah Nusa Tenggara Timur dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terpancing oleh informasi hoaks yang beredar melalui media sosial. Warga diminta hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi lembaga pemerintah terkait untuk mendapatkan pembaruan data.

Analisis Pakar Geofisika

Secara geologis, wilayah Kupang dan kepulauan Nusa Tenggara pada umumnya berada dalam zona tektonik yang sangat kompleks. Kawasan ini merupakan area pertemuan antara Lempeng Indo-Australia yang bergerak menunjam ke utara dan Lempeng Eurasia. Selain subduksi lempeng utama, terdapat pula sistem sesar aktif lokal seperti Sesar Naik Flores (Flores Thrust) dan berbagai patahan kerak dangkal yang membentang di sekitar Laut Sawu hingga Selat Ombai. Gempa dengan magnitudo 4,8 di lokasi 41 km WNW Kupang kemungkinan besar dipicu oleh aktivitas sesar naik atau geser mendatar pada kerak bumi bagian atas akibat akumulasi tekanan tektonik regional.

Ditinjau dari sejarah kegempaan, kawasan selatan Nusa Tenggara memang memiliki rekam jejak seismisitas yang tinggi. Wilayah ini secara rutin melepaskan energi seismik dalam bentuk gempa-gempa berskala kecil hingga menengah sebagai mekanisme pelepasan tegangan alami kerak bumi. Peristiwa pagi ini sejalan dengan pola historis tersebut dan bukan merupakan anomali ekstrem, melainkan bagian dari siklus dinamika tektonik normal di busur kepulauan Indonesia bagian timur.

Terkait potensi tsunami, gempa bermagnitudo 4,8 secara ilmiah dikategorikan terlalu lemah untuk memicu gelombang tsunami yang destruktif. Tsunami umumnya mensyaratkan terjadinya gempa dengan magnitudo minimal 7,0 disertai mekanisme sesar naik vertikal yang signifikan dan kedalaman hiposenter yang dangkal di dasar laut. Oleh karena itu, ancaman tsunami dari kejadian ini dapat dikesampingkan. Namun demikian, masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan yang lebih kecil. Gempa susulan adalah proses penyesuaian batuan di sekitar zona patahan utama untuk mencapai keseimbangan baru pasca-guncangan utama. Langkah mitigasi terbaik yang harus dilakukan masyarakat adalah memastikan struktur bangunan tempat tinggal tahan gempa dan memahami jalur evakuasi mandiri jika sewaktu-waktu merasakan getaran yang lebih kuat.

Meow! Tanya Nesi!
😸