Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gelombang Pemilu Israel: Empat Penantangan Menantang Netanyahu di Tengah Ancaman Ketegangan Regional

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia & CNN Internasional
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Gelombang Pemilu Israel: Empat Penantangan Menantang Netanyahu di Tengah Ancaman Ketegangan Regional
BAGIKAN:

Minggu ini, panggung politik Israel memasuki titik krusial seiring dilaksanakannya pemilihan umum yang pertama kali diadakan pasca-serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang telah mendominasi kancah politik sejak 2009, kini menghadapi tantangan nyata dari empat figur kunci yang berambisi merebut kursi kepemimpinan tertinggi. Konteks pemilihan kali ini berlangsung di tengah situasi keamanan yang kompleks, di mana ancaman regional masih membayangi proses demokrasi negara tersebut.

Empat Lawan Berat yang Mengguncang Dominasi Politik

Kubu oposisi menampilkan keragaman latar belakang yang bertujuan melemahkan posisi Netanyahu melalui pendekatan kebijakan dan keamanan yang berbeda. Gadi Eisenkot, mantan kepala militer berusia 66 tahun, memimpin Partai Yashar dengan menonjolkan kredibilitas militer dan pengalaman personal terkait kematian putranya di Gaza. Sementara itu, Naftali Bennett, mantan perdana menteri berusia 54 tahun dari sayap kanan, bersekutu dengan Yair Lapid dalam Partai Together untuk mempromosikan agenda pemulihan nasional. Kedua tokoh ini memiliki rekam jejak politik yang erat dengan Netanyahu sebelumnya, namun kini menjadi pengkritik utamanya. Adapun Avigdor Lieberman, mantan menteri pertahanan berusia 68 tahun, yang hengkang dari koalisi pada 2018, memimpin Partai Israel Our Home yang kuat di kalangan komunitas imigran bekas Uni Soviet, serta Menachem Golan, mantan jenderal berusia 64 tahun dari sayap kiri-tengah yang memimpin Partai Democrats.

  • Gadi Eisenkot: Menawarkan kepemimpinan berbasis keamanan nasional melalui Partai Yashar.
  • Naftali Bennett & Yair Lapid: Menggandengkan sayap kanan dan tengah untuk mengakhiri dominasi Netanyahu.
  • Avigdor Lieberman: Mengkritik keras kebijakan pertahanan Netanyahu dan mengandalkan basis pemilih bekas Uni Soviet.
  • Menachem Golan: Memposisikan diri sebagai alternatif kiri-tengah pasca-penyelamatan warga saat serangan 7 Oktober.

Dinamika Koalisi, Tekanan Hukum, dan Persiapan Militer

Proses pembentukan pemerintahan di Israel sangat bergantung pada kemampuan partai-partai membangun koalisi yang solid di parlemen, mengingat sistem perwakilan proporsional yang digunakan. Di kubu Netanyahu, figur sayap kanan seperti Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir memainkan peran vital, meski keduanya menghadapi kritik internasional terkait kebijakan keras terhadap warga Palestina. Dukungan politik Netanyahu juga ditopang oleh dua partai Yahudi ultra-Ortodoks, United Torah Judaism dan Shas, yang pengaruhnya menjadi penentu dalam kalkulasi kursi. Namun, ketegangan politik makin tinggi karena Netanyahu sedang menjalani proses hukum atas dugaan korupsi dan tuduhan kejahatan perang, sebuah posisi yang membayangi kampanye politiknya. Sebelum pemungutan suara, Netanyahu secara tegas memperingatkan Iran dan sekutunya agar tidak mengganggu pemilu, dengan menyatakan bahwa militer Israel siap membalas setiap serangan dengan kekuatan penuh sebagai langkah preventif keamanan negara.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ