Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

RI Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, EMA Sebut Dampak Kurang dari 2% Kebutuhan Harian

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

RI Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, EMA Sebut Dampak Kurang dari 2% Kebutuhan Harian
BAGIKAN:

Indonesia resmi mengurangi volume ekspor gas bumi ke Singapura terhitung sejak Sabtu (24/10/2026). Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menjelaskan bahwa pemangkasan ini dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan gas bagi sektor kelistrikan di dalam negeri.

Berdasarkan keterangan Djoko yang dikutip CNBC Indonesia pada Minggu (25/10/2026), pengurangan alokasi mencakup 15 BBTUD dari wilayah Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatra, sehingga totalnya mencapai 31 BBTUD. Untuk wilayah Sumatra, pasokan yang dipotong berasal khusus dari Wilayah Kerja (WK) Jambi Merang. Djoko menegaskan penyesuaian ini hanya berlaku untuk jalur pipa yang terhubung langsung ke Singapura, tanpa memengaruhi pengiriman ke negara lain.

Otoritas Pasar Energi Singapura (Energy Market Authority/EMA) merespons kebijakan tersebut dengan menyatakan bahwa pengurangannya mencakup kurang dari 2% total kebutuhan gas harian Singapura yang melebihi 1.000 BBTUD. Mengutip The Straits Times, juru bicara EMA menyebutkan informasi dari para importir gas alam setempat menunjukkan total pengurangan sesungguhnya adalah 17 BBTUD selama kurun waktu 18 hari.

EMA memastikan telah menyiapkan rencana tanggap darurat. Menurut juru bicara otoritas tersebut, Singapura sebelumnya pernah menghadapi pengurangan pasokan berkisar 20-100 BBTUD akibat pemeliharaan terencana maupun mendesak, dan kekurangan itu dapat digantikan dari sumber lain tanpa insiden. Para importir gas alam Singapura juga disebut akan menempuh upaya hukum berdasarkan ketentuan kontrak terkait gangguan pasokan ini.

Sekitar 95% kebutuhan listrik Singapura bergantung pada gas alam yang dipasok melalui pipa dari Indonesia dan Malaysia, serta gas alam cair (LNG) dari berbagai negara. Perusahaan pengadaan gas nasional Singapore GasCo dinyatakan siap secara operasional untuk meningkatkan volume impor kapan saja. Selain itu, perusahaan pembangkit listrik diwajibkan menjaga cadangan bahan bakar yang memadai, termasuk minyak solar.

Dampak pemangkasan ini telah dirasakan oleh salah satu pemasok gas terbesar Singapura, Gas Supply. Perusahaan milik Temasek tersebut mengakui adanya "pengurangan sementara" yang memengaruhi pengiriman kepada pelanggan. Gas Supply menyatakan terus berkoordinasi erat dengan pemasok hulu dan berkomunikasi langsung dengan para pelanggannya untuk menangani situasi ini.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ