Kerusuhan Meluas Seusai Demo di Prancis, Polisi Tangkap Hampir 1.000 Orang

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Kerusuhan Meluas Seusai Demo di Prancis, Polisi Tangkap Hampir 1.000 Orang
BAGIKAN:

Unjuk rasa massal yang menuntut penurunan biaya hidup dan perbaikan sektor pendidikan di Prancis berujung kerusuhan dan penjarahan setelah berlangsung selama sepekan. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez menyatakan polisi telah menangkap hampir 1.000 orang, dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat seiring berlanjutnya penghitungan.

Berdasarkan laporan The Associated Press yang dikutip CNBC Indonesia, Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan total peserta demonstrasi nasional mencapai 410.000 orang. Angka ini lebih rendah dibandingkan estimasi kementerian pada akhir pekan sebelumnya yang mencatat 550.000 orang. Sementara itu, serikat pekerja tertua di Prancis, CGT, yang turut membantu mengorganisir aksi pada Sabtu, memberikan perkiraan jauh lebih tinggi yakni hampir 800.000 orang.

Di Paris, pawai dibatasi ke pinggiran tenggara kota untuk menjauhkannya dari pusat kota. Kementerian Dalam Negeri mencatat 110.000 peserta di ibu kota, sedangkan menurut CGT jumlahnya mencapai 250.000 orang. Demonstrasi yang awalnya berjalan damai berubah ricuh di dekat titik akhir pawai di Paris timur ketika kelompok bertopeng melemparkan benda-benda dan kembang api ke arah aparat.

Petugas keamanan membalas dengan semburan gas air mata, granat suara, dan meriam air sambil mendesak massa membubarkan diri melalui pengeras suara. Untuk mencegah terulangnya penjarahan dan kerusakan toko seperti pekan sebelumnya, pemerintah mengerahkan 70.000 petugas yang didukung helikopter serta kendaraan lapis baja. Di kota lain, pihak berwenang mencatat 26.500 peserta di Toulouse, sementara di Marseille polisi memperkirakan 17.000 orang dan CGT mengklaim 100.000 orang.

Pemerintah juga melarang demonstrasi di sejumlah kota, termasuk Lyon, Nice, dan Montpellier. Langkah ini dikritik oleh serikat pekerja sebagai pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi yang dilindungi konstitusi. Secara terpisah, ribuan orang menggelar protes damai di Orléans, selatan Paris, menentang sayap kanan ekstrem saat Partai Reli Nasional pimpinan Le Pen mengadakan kongres dua hari di kota tersebut.

Dampak kerusuhan turut dirasakan sektor seni dan bisnis. Penyelenggara Art Basel, salah satu pameran seni kontemporer paling bergengsi di dunia, hanya membuka acara untuk umum selama satu hari pada Jumat dan membatalkan program akhir pekan karena ancaman kerusuhan. Di seluruh Paris, pemilik toko menutup etalase mereka dan polisi militer dilaporkan berjaga di bawah Arc de Triomphe.

Meow! Tanya Nesi!
😸