Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari dengan Konsep Glow in the Dark, Terinspirasi Tari Kecak
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, pada Sabtu (24/10) malam menghadirkan format baru berupa konsep glow in the dark. Perubahan waktu dari siang ke malam ini bukan sekadar pergeseran jadwal, melainkan hasil adaptasi dari pengalaman pementasan tari kecak yang sebelumnya dikembangkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Direktur InJourney Maya Watono menjelaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari perpaduan potensi lokasi di Banyuwangi dan kemampuan lebih dari seribu penari. InJourney melihat kesesuaian antara karakter tari Gandrung yang mengandalkan gerakan kompak dalam jumlah besar dengan konsep tata cahaya yang pernah diterapkan pada tari kecak di TMII.
Menurut keterangan Maya, kombinasi keseragaman gerakan penari dengan permainan lampu menciptakan nuansa magis yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Konsep glow in the dark dinilai cocok untuk memperkuat visual pertunjukan melalui kostum bercahaya yang dikenakan para penari.
Selain tata cahaya, pertunjukan kali ini dilengkapi atraksi drone dan kembang api. Rangkaian elemen tersebut merupakan upaya menghadirkan pertunjukan budaya secara lebih modern tanpa meninggalkan identitas kesenian tradisional khas Banyuwangi.
Maya menilai keterlibatan lebih dari seribu penari yang memeragakan gerakan secara serempak membutuhkan persiapan dan koordinasi yang tidak sederhana. Kekuatan pertunjukan kolosal semacam ini diharapkan dapat menambah daya tarik wisatawan terhadap kebudayaan lokal.


